Kementerian Pariwisata bakal memasang sebanyak 136 mooring buoy atau pelampung tambat di perairan Raja Ampat, Papua Barat, mulai tahun 2027 demi menjaga ekologi terumbu karang. Rencana tersebut disampaikan dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata di Jakarta pada Rabu (20/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
"Total jumlahnya ada 136 mooring buoy yang akan disebar di Raja Ampat untuk menjaga sistem ekologi dari terumbu karang di sana," tutur Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata (Menpar).
Langkah ini diambil setelah Menpar melihat banyaknya kapal wisata, khususnya untuk aktivitas menyelam, yang menurunkan jangkar secara tidak beraturan di kawasan tersebut. Pelampung tambat ini akan berfungsi sebagai titik ikat agar kapal-kapal dapat berlabuh dengan aman di tengah laut tanpa merusak ekosistem bawah air.
"Jadi kalau ada mooring buoy mereka akan menambatkan kapalnya di situ sehingga tidak merusak terumbu karang," jelas Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.
Pemasangan infrastruktur ini juga ditujukan untuk mendukung proses revalidasi status Raja Ampat sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Penilaian menyeluruh dari UNESCO tersebut dijadwalkan berlangsung saat tim asesor datang pada Agustus 2026.
Selain masalah pelampung tambat, pengelolaan limbah ekowisata di pulau-pulau sekitar kawasan Raja Ampat turut menjadi fokus perhatian pemerintah. Widiyanti mengapresiasi salah satu resor setempat yang dinilai sudah memiliki sistem kebersihan dan manajemen limbah yang baik.
"Nah ini perlu dikembangkan untuk pulau-pulau yang lain. Jadi kita bekerja sama nanti untuk memformulasikannya bagaimana," kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.
Pemerintah juga menegaskan larangan pembuangan sampah ke laut oleh kapal-kapal wisata. Upaya pencegahan sampah dari daratan akan diperkuat melalui rencana pemasangan jaring di area muara sungai.
"Juga daerah-daerah di sekitarnya, mungkin kita harus pasang jaring di muara sungai agar sampah-sampah dari darat itu tidak masuk ke laut. Nah, itu butuh effort yang luar biasa dan pasti biaya operasionalnya ya," jelas Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.
Penanganan masalah sampah ini memerlukan strategi bersama dari berbagai pihak karena sudah menjadi perhatian di tingkat nasional.
"Jadi, perlu disterategikan bersama karena sampah kan adalah isu nasional sekarang ya," sambung Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.
Raja Ampat kini terus mematangkan kesiapan tata kelola dan komitmen konservasi menjelang kedatangan tim penilai UNESCO.