Kemendagri Nobatkan Makassar Kota Terbaik I Creative Financing 2026, Resmi dan Teruji

Kemendagri Nobatkan Makassar Kota Terbaik I Creative Financing 2026, Resmi dan Teruji
Foto: Kemendagri Nobatkan Makassar Kota Terbaik I Creative Financing 2026, Resmi dan Teruji. (Illustration by Pexels)

Pemerintah Kota Makassar kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional melalui kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin. Kota ini berhasil dinobatkan sebagai Terbaik I untuk Kategori Pembiayaan Kreatif Daerah atau Creative Financing wilayah Sulawesi tahun 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan secara resmi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam acara bertajuk Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata inovasi Pemkot Makassar dalam mengelola keuangan pembangunan secara mandiri.

Selain membawa pulang trofi kehormatan, Kota Makassar juga mendapatkan hadiah berupa insentif dana sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut merupakan apresiasi dari pemerintah pusat atas kemampuan daerah dalam menciptakan skema pembiayaan yang berkelanjutan.

Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Munafri Arifuddin dalam sebuah malam penganugerahan yang cukup meriah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Acara yang berlangsung pada Jumat malam tersebut dihadiri oleh berbagai pimpinan daerah dari seluruh wilayah Sulawesi.

Wali Kota yang akrab disapa Appi ini mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian kolektif tersebut. Beliau menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah manis dari kerja keras seluruh jajaran birokrasi di lingkungan pemerintah kota.

Munafri menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif serta inovatif bagi masyarakat. Pengakuan di bidang Creative Financing ini membuktikan bahwa strategi pembangunan yang dijalankan sudah berada di jalur yang benar.

Daftar penghargaan yang diraih Kota Makassar pada ajang tahun 2026:

  • Meraih predikat Terbaik I pada Kategori Pembiayaan Kreatif Daerah (Creative Financing) wilayah Sulawesi.
  • Berhasil masuk dalam jajaran 3 besar untuk Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting.
  • Menerima apresiasi atas capaian Pertumbuhan Kepesertaan Tertinggi dalam program perlindungan sosial.
  • Ditetapkan sebagai Pelopor Program Perlindungan Pekerja Rentan Berbasis Jaminan Hari Tua (JHT) tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.

Rangkaian prestasi ini semakin mengukuhkan dominasi Kota Makassar sebagai pusat pertumbuhan dengan kinerja pemerintahan terbaik di Indonesia Timur. Berbagai capaian tersebut lahir dari sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat aspek fiskal daerah semata, tetapi juga memperluas perlindungan sosial secara inklusif. Dampaknya, program-program strategis yang dicanangkan pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga Makassar.

Menurut Munafri, penghargaan Creative Financing menunjukkan kemampuan kota dalam menggali sumber pendapatan baru yang sah. Melalui regulasi yang kuat dan terencana, potensi pendapatan yang sebelumnya tersembunyi kini bisa dimaksimalkan secara optimal.

Pemerintah daerah tidak lagi hanya mengandalkan sumber pendanaan konvensional untuk menggerakkan roda pembangunan. Mereka kini lebih jeli dalam menyasar setiap potensi ekonomi agar tidak ada lagi sumber pendapatan daerah yang terlewatkan dari pengamatan.

Faktor kunci di balik keberhasilan tata kelola keuangan Pemkot Makassar:

  • Penerapan regulasi yang kuat untuk memaksimalkan pola pendapatan daerah di berbagai sektor potensial.
  • Transformasi digital yang terintegrasi pada seluruh layanan pemerintahan dan sistem pengawasan keuangan.
  • Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan melalui efisiensi sistem birokrasi.
  • Konsistensi dalam menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel sesuai standar nasional.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan bahwa digitalisasi merupakan tulang punggung dalam meningkatkan efektivitas penerimaan daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, potensi kebocoran dapat diminimalisir dan pengawasan menjadi jauh lebih akurat.

Program digitalisasi ini akan terus dikembangkan agar mampu menciptakan sumber pendapatan yang lebih luas di masa depan. Hal ini sangat krusial guna mendukung percepatan proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Kota Makassar.

Munafri berharap prestasi ini dapat menjadi suntikan semangat bagi seluruh perangkat daerah untuk tidak cepat berpuas diri. Inovasi harus terus dilahirkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara transparan dan berorientasi pada hasil nyata.

Capaian ini menjadikan Kota Makassar sebagai percontohan bagi daerah lain dalam hal pengelolaan keuangan yang adaptif. Di tengah tantangan fiskal yang ketat, kemampuan mencari sumber pembiayaan alternatif menjadi kunci utama keberlangsungan program pembangunan.

Wali Kota Makassar menekankan bahwa kreativitas dalam mencari pendanaan sangat diperlukan agar program strategis tidak terhenti. Dengan pembiayaan yang sehat, pelayanan publik akan semakin prima dan kesejahteraan masyarakat diharapkan terus meningkat secara merata.

Kategori penilaian dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026:

Nama Kategori Fokus Utama Penilaian
Creative Financing Inovasi pembiayaan, optimalisasi BUMD, peningkatan PAD, dan digitalisasi sistem keuangan.
Pengendalian Inflasi Stabilitas harga kebutuhan pokok, kepatuhan pelaporan, dan menjaga daya beli masyarakat.
Penurunan Pengangguran Penciptaan lapangan kerja, kompetensi tenaga kerja, dan alokasi anggaran ketenagakerjaan.
Kemiskinan & Stunting Intervensi sosial lintas sektor dan efektivitas program perlindungan bagi kelompok rentan.

Khusus pada aspek pembiayaan kreatif, penilaian juga mencakup bagaimana pemerintah daerah merespons pengawasan dari lembaga seperti KPK. Konsistensi dalam mematuhi indikator tata kelola yang baik menjadi salah satu poin krusial yang membawa Makassar menjadi juara.

Keberhasilan menduduki posisi ketiga dalam penanganan stunting dan kemiskinan juga menunjukkan keberhasilan pendekatan lintas sektor yang dijalankan. Hal ini menandakan bahwa transformasi birokrasi di Makassar tidak hanya fokus pada angka ekonomi, tetapi juga aspek sosial kemanusiaan.

Dengan berbagai penghargaan yang diraih, masa kepemimpinan Munafri-Aliyah di tahun kedua ini menunjukkan progres yang sangat signifikan. Kota Makassar kini semakin adaptif dalam menghadapi tantangan zaman melalui kebijakan-kebijakan yang berbasis data dan teknologi.

Artikel terkait

Rekomendasi