Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Warsawa menyelenggarakan dua forum bisnis strategis di Krakow dan Lodz pada 21 April dan 23 April 2026. Agenda ini bertujuan mendorong capaian perdagangan, pariwisata, dan investasi Indonesia di tengah momentum pertumbuhan ekonomi Polandia yang stabil.
Dilansir dari Money, forum pertama di Krakow bertajuk IndonesiaÔÇôPoland Business Forum diselenggarakan bekerja sama dengan Malopolska Agency for Regional Development. Pertemuan tersebut melibatkan pejabat diplomatik dan otoritas pengembangan kewirausahaan setempat guna membahas peluang tenaga kerja serta ekspansi produk.
Atase Perdagangan KBRI Berlin, Febi Adrian, menilai posisi Eropa sangat krusial bagi promosi produk unggulan nasional. Hal ini didukung oleh peningkatan hubungan bilateral yang masih terbuka lebar bagi kedua negara.
ÔÇ£Eropa merupakan kawasan strategis untuk promosi produk unggulan Indonesia, dengan peluang peningkatan hubungan perdagangan bilateral RI-Polandia yang masih sangat terbuka,ÔÇØ kata Febi Adrian, Atase Perdagangan KBRI Berlin.
Febi Adrian menambahkan bahwa kondisi ekonomi Polandia diproyeksikan tumbuh mencapai 3,9 persen pada 2026. Tingkat daya beli masyarakat yang kuat menjadi modal penting bagi masuknya produk-produk asal Indonesia ke pasar tersebut.
ÔÇ£Kinerja ekonomi Polandia yang stabil, dengan pertumbuhan mencapai 3,6 persen pada 2025 dan proyeksi 3,9 persen pada 2026, serta daya beli masyarakat yang kuat, menjadi peluang besar bagi ekspansi produk Indonesia,ÔÇØ lanjut Febi Adrian, Atase Perdagangan KBRI Berlin.
Selain perdagangan, sektor investasi juga menjadi sorotan utama dalam rangkaian pertemuan tersebut. Indonesia mencatatkan realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp 1.931,2 triliun, yang menunjukkan daya tarik kuat bagi pemodal asing.
Direktur Indonesia Investment Promotion Centre London, Siti Tiefryani Fahlyah, mengonfirmasi posisi tawar Indonesia di pasar global. Pertumbuhan investasi tahunan mencapai 12,7 persen memperkuat keyakinan investor untuk menanamkan modal.
ÔÇ£Potensi Indonesia sebagai salah satu tujuan utama Foreign Direct Investment global terus meningkat,ÔÇØ ujar Siti Tiefryani Fahlyah, Direktur Indonesia Investment Promotion Centre London.
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan momentum penyelesaian IEU-CEPA yang ditargetkan berlaku pada 1 Januari 2027. Perjanjian ini diprediksi akan menjadikan Polandia sebagai gerbang utama produk Indonesia menuju kawasan Eropa Tengah dan Timur melalui penghapusan pos tarif.
Hingga saat ini, minat pasar Polandia terhadap komoditas unggulan Indonesia terus menunjukkan tren positif, termasuk permintaan pada sektor mutiara. KBRI Warsawa berencana menindaklanjuti hasil pertemuan ini melalui sosialisasi berkelanjutan dan promosi Trade Expo Indonesia pada Oktober mendatang.