Sebanyak 61 calon jamaah haji asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa menunda keberangkatan mereka ke tanah suci pada musim haji tahun ini akibat kendala finansial. Penundaan ini dikonfirmasi oleh otoritas terkait pada Senin (27/4/2026) di Serpong, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah, Rizki Waludin, menjelaskan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab utama para jamaah tersebut belum bisa melunasi biaya haji meskipun nama mereka sudah masuk dalam daftar panggil setelah masa tunggu yang lama.
"Ada 61 orang yang sebenarnya sudah dipanggil berangkat, tetapi menunda karena alasan ekonomi," ujar Rizki Waludin, Kepala Kementerian Haji dan Umrah.
Kenaikan biaya haji serta kondisi ekonomi pribadi disebut membuat sejumlah jamaah kesulitan memenuhi kewajiban pelunasan setelah sebelumnya hanya menyetorkan uang muka saat pendaftaran awal.
"Ketika waktu pelunasan tiba, tidak semua jamaah memiliki kesiapan finansial yang cukup. Ini yang akhirnya membuat mereka memilih menunda," katanya.
Selain masalah ekonomi, faktor kesehatan juga menjadi penyebab lain tertundanya keberangkatan bagi 10 jamaah lainnya. Rizki mencatat ada satu jamaah yang meninggal dunia, dua orang sakit permanen, serta tiga jamaah dari kloter JKB-04 yang batal berangkat karena kondisi medis mendesak.
"Satu orang harus menjalani cuci darah, satu mengalami gangguan otak, dan satu lagi cedera parah akibat terjatuh," jelas Rizki.
Pada musim haji tahun ini, Kota Tangerang Selatan memberangkatkan total 1.125 jamaah yang terbagi ke dalam empat kelompok terbang, yakni kloter 02, 04, 21, dan 23. Pihak kementerian juga tengah memproses permintaan khusus untuk tiga jamaah agar bisa diberangkatkan pada kloter terakhir demi menyesuaikan kondisi fisik mereka.