Kereta Api (KA) Sancaka Utara menjadi solusi transportasi bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Cilacap maupun sebaliknya.
Dilansir dari Id, layanan ini menghubungkan Stasiun Surabaya Pasar Turi dengan Stasiun Cilacap melalui rute yang melintasi sejumlah kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Perjalanan ini menawarkan kenyamanan bagi penumpang dengan melewati kota-kota penting seperti Bojonegoro, Solo, Yogyakarta, hingga Kroya.
KA Sancaka Utara memulai keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi pada pukul 07.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Cilacap pukul 15.58 WIB.
Sementara itu, untuk rute sebaliknya, kereta berangkat dari Stasiun Cilacap pada pukul 17.10 WIB dan sampai di Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 02.58 WIB.
Tarif Tiket dan Kelas Pelayanan
Penumpang dapat memilih dua jenis kelas pelayanan dengan tarif yang telah ditentukan untuk tahun 2026 ini.
Harga tiket untuk Kelas Ekonomi dibanderol sebesar Rp300.000, sedangkan untuk Kelas Eksekutif dikenakan tarif Rp440.000 per penumpang.
| Stasiun Pemberhentian | Waktu Kedatangan |
|---|---|
| 07.00 WIB | 07.33 WIB |
| 08.00 WIB | 08.33 WIB |
| 09.05 WIB | 11.56 WIB |
| 12.26 WIB | 13.01 WIB |
| 13.59 WIB | 14.24 WIB |
| 15.08 WIB | 15.22 WIB |
| 15.46 WIB | 15.58 WIB |
Detail Rute Cilacap menuju Surabaya
Untuk perjalanan dari arah Cilacap, kereta melintasi 21 titik pemberhentian sebelum mengakhiri perjalanan di Surabaya Pasar Turi pada dini hari.
| Stasiun Pemberhentian | Waktu Kedatangan |
|---|---|
| Cilacap (CP) | 17.10 WIB |
| Gumilir (GM) | 17.19 WIB |
| Maos (MA) | 17.39 WIB |
| Kroya (KYA) | 17.59 WIB |
| Gombong (GB) | 18.45 WIB |
| Kebumen (KM) | 19.15 WIB |
| Yogyakarta (YK) | 20.39 WIB |
| Klaten (KT) | 21.08 WIB |
| Solo Balapan (SLO) | 21.37 WIB |
| Gundih (GD) | 23.03 WIB |
| Cepu (CU) | 00.53 WIB |
| Bojonegoro (BJ) | 01.26 WIB |
| Lamongan (LMG) | 02.24 WIB |
| Surabaya Pasar Turi (SBI) | 02.58 WIB |
Secara keseluruhan, KA Sancaka Utara melayani 20 stasiun pemberhentian dalam rute normalnya dari arah Surabaya.
Moda transportasi ini banyak diminati karena kemampuannya menghubungkan daerah wisata di Jawa Tengah dan Jawa Timur tanpa kendala kemacetan jalan raya.