InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sedang mempercepat program rejuvenasi kawasan Peninsula Island di The Nusa Dua guna memperkuat daya saing destinasi wisata premium global. Dilansir dari Kompas, realisasi pengerjaan fisik proyek ini telah mencapai 14,42 persen pada pekan ketiga April 2026 dengan fokus utama pembenahan fasilitas publik.
Proyek strategis ini meliputi penataan jalan akses dari Gate AC menuju Peninsula Island yang menunjukkan kemajuan sebesar 30,48 persen. Sementara itu, pengerjaan akses area Water Blow dan penataan lanskap di kawasan Peninsula telah menyentuh angka 74,91 persen per Selasa (28/4/2026).
Pihak pengelola juga tengah menggarap instalasi teknis penting seperti sistem limbah, resapan air, dan Ground Water Tank (GWT) yang saat ini tercatat berada pada posisi 12,63 persen. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas pasar wisata.
ÔÇ£Rejuvenasi yang kami fokuskan saat ini di area Peninsula Island tidak hanya untuk meningkatkan estetika kawasan, tetapi juga memastikan standar infrastruktur dan fasilitas publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan agenda internasional dan wisata berkualitas,ÔÇØ ujar Made Agus, General Manager The Nusa Dua.
Program pembenahan ini dirancang guna menciptakan pengalaman ruang publik yang lebih berkelas bagi para wisatawan. Di area Water Blow, ITDC menambahkan fasilitas wedding venue dan panggung baru untuk mendukung berbagai kegiatan kreatif serta seremoni internasional di masa mendatang.
Standar penyelesaian jalur pedestrian kini menggunakan batu andesit untuk memberikan kesan modern yang tetap selaras dengan karakter lokal Bali. Selain itu, pembangunan unit resapan air hujan di jalur The Bay juga mulai dikerjakan untuk menjaga kualitas lingkungan kawasan.
Fasilitas pendukung lain seperti toilet wisatawan dan bale massage bagi paguyuban lokal turut disediakan sebagai bentuk sinkronisasi antara kebutuhan turis dan pemberdayaan komunitas. ITDC menerapkan pengawasan ketat terhadap material dan kualitas konstruksi untuk memastikan hasil akhir sesuai standar dunia.