Israel Tak Sengaja Tembak Kapal Perang AS, 34 Tentara Tewas Mengejutkan di 2026

Israel Tak Sengaja Tembak Kapal Perang AS, 34 Tentara Tewas Mengejutkan di 2026
Foto: Israel Tak Sengaja Tembak Kapal Perang AS, 34 Tentara Tewas Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)

Peristiwa tragis yang melibatkan kapal intelijen USS Liberty pada tahun 1967 menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Israel. Kejadian ini bermula saat kapal milik Angkatan Laut AS tersebut sedang menjalankan misi di perairan internasional dekat Semenanjung Sinai.

Suasana tenang di atas kapal mendadak berubah menjadi mencekam ketika alarm tanda bahaya berbunyi sangat keras. Kapten William L. McGonagle yang bertugas saat itu segera memeriksa layar radar dan menemukan adanya pergerakan mencurigakan dari sejumlah pesawat tempur yang melaju cepat ke arah mereka.

Belum sempat Kapten McGonagle menyelesaikan laporan situasinya kepada Armada Keenam Angkatan Laut AS, serangan udara pun terjadi. Dua jet tempur menukik tajam dan memberondong kapal dengan tembakan beruntun yang menyebabkan kekacauan luar biasa.

Serangan pertama ini mengakibatkan sembilan orang awak kapal tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka. Kapten McGonagle sendiri ikut menderita luka tembak pada bagian lengan dan paha, meski ia tetap berusaha keras mengendalikan situasi kapal yang kritis.

Pihak Amerika Serikat awalnya mengira mereka sedang diserang oleh militer Mesir, sehingga awak USS Liberty sempat memberikan perlawanan seadanya. Namun, situasi semakin memburuk ketika kapal-kapal torpedo mulai mendekat dan melancarkan serangan susulan dari permukaan laut.

Ledakan besar terjadi saat salah satu torpedo menghantam badan kapal dengan telak. Akibat ledakan dahsyat tersebut, sebanyak 25 prajurit lainnya gugur, sehingga total korban jiwa dalam insiden ini mencapai 34 orang.

Berdasarkan catatan sejarah, mayoritas korban yang selamat mengalami luka bakar yang sangat serius akibat ledakan tersebut. USS Liberty berada dalam kondisi yang nyaris tenggelam setelah dihantam bertubi-tubi oleh serangan udara maupun laut.

Kejanggalan mulai dirasakan oleh pihak penyerang saat mereka melihat kapal yang menjadi target tidak memberikan perlawanan yang berarti layaknya kapal musuh. Keraguan ini terjawab ketika mereka mendekati sekoci penyelamat dan melihat simbol resmi Angkatan Laut Amerika Serikat tertera di sana.

Saat itulah fakta mengejutkan terungkap bahwa kapal yang mereka bombardir bukanlah milik musuh, melainkan milik sekutu terdekat mereka sendiri. Serangan mematikan tersebut ternyata dilakukan oleh militer Israel akibat salah sasaran di tengah situasi perang yang kacau.

Penyebab Terjadinya Salah Sasaran

Insiden ini terjadi di tengah berkecamuknya Perang Enam Hari antara Israel dan negara-negara Arab. Meski Amerika Serikat tidak terlibat langsung dalam pertempuran fisik, Pentagon merasa perlu mengumpulkan data intelijen di wilayah konflik tersebut.

USS Liberty dikirim untuk menjalankan misi rahasia tanpa pengawalan kapal tempur dan tanpa identitas yang mencolok. Kapal tersebut berlayar tanpa mengibarkan bendera Amerika Serikat, yang bertujuan agar keberadaannya tidak terdeteksi oleh pihak-pihak yang bertikai.

Kerahasiaan misi ini ternyata menjadi bumerang yang sangat mematikan. Militer Israel yang sebelumnya sudah mencurigai adanya kapal asing tanpa identitas di perairan tersebut langsung dalam posisi siaga tinggi saat menerima laporan serangan terhadap pasukan mereka.

Karena tidak mengetahui adanya operasi militer AS di sana, Israel langsung berasumsi bahwa kapal misterius itu adalah kapal perang milik Mesir. Tanpa verifikasi lebih lanjut di tengah tensi perang yang tinggi, perintah serangan pun segera dikeluarkan terhadap USS Liberty.

Ringkasan dampak serangan terhadap kapal USS Liberty:

  • Korban Jiwa: Sebanyak 34 awak kapal dinyatakan gugur dalam insiden serangan mendadak tersebut.
  • Korban Luka: Puluhan kru mengalami luka tembak dan luka bakar serius akibat ledakan torpedo.
  • Kerusakan Armada: Kapal USS Liberty mengalami kerusakan struktural parah dan nyaris tenggelam di lokasi kejadian.
  • Kompensasi Finansial: Israel memberikan ganti rugi sebesar US$12 juta kepada keluarga korban sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Poin-poin di atas menunjukkan betapa besarnya dampak fisik dan material yang harus ditanggung akibat kesalahan koordinasi intelijen dalam medan perang. Tragedi ini tetap diingat sebagai salah satu insiden salah sasaran paling mematikan dalam sejarah militer modern.

Reaksi Pemerintah Amerika Serikat

Washington memberikan reaksi yang sangat keras setelah mengetahui bahwa kapal militer mereka menjadi target serangan. Awalnya, pemerintah AS menduga Uni Soviet berada di balik serangan ini, namun amarah beralih ke Israel setelah kebenaran terungkap.

Israel segera mengakui kekhilafan mereka dan menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada Gedung Putih. Selain permintaan maaf, pihak Israel juga bersedia membayar uang duka sebesar US$12 juta bagi para keluarga prajurit yang menjadi korban.

Data kompensasi dan rincian korban insiden USS Liberty:

Kategori Data Keterangan Informasi
Jumlah Korban Tewas 34 Personel Angkatan Laut
Total Kompensasi US$ 12 Juta
Waktu Kejadian 8 Juni 1967
Lokasi Peristiwa Semenanjung Sinai

Tabel tersebut merangkum rincian utama mengenai kerugian yang dialami dan kompensasi yang diberikan sebagai penyelesaian diplomatik atas tragedi tersebut. Meskipun nilai uang diberikan, banyak pihak merasa keadilan belum sepenuhnya tegak bagi para korban.

Presiden Lyndon B. Johnson akhirnya menerima permintaan maaf tersebut demi menjaga hubungan strategis dengan Israel. Namun, bagi keluarga korban dan sebagian publik AS, keputusan pemerintah dianggap terlalu lembek terhadap kesalahan fatal sekutu tersebut.

Banyak pengamat berpendapat bahwa jika negara lain yang melakukan serangan serupa, Amerika Serikat kemungkinan besar akan memberikan respons militer yang jauh lebih agresif. Tragedi USS Liberty tetap menjadi perdebatan hangat mengenai batas-batas loyalitas dalam hubungan internasional dan kepentingan politik.

Artikel terkait

Rekomendasi