Investor asing mulai melepas kepemilikan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, menyusul proyeksi penghapusan emiten tersebut dari MSCI Index. Langkah ini dipicu oleh indikasi tingkat konsentrasi kepemilikan saham yang sangat tinggi pada emiten Grup Sinarmas tersebut.
Berdasarkan data Stockbit yang dilansir dari Suara, aksi jual bersih atau Net Foreign Sell oleh investor asing terhadap saham DSSA mencapai nilai Rp115,86 miliar pada hari tersebut. Meskipun dibayangi aksi jual, harga saham DSSA justru terpantau mengalami lonjakan sebesar 2,64 persen atau naik 30 poin ke posisi Rp1.165 per lembar.
Kenaikan harga harian tersebut belum mampu menutupi tren penurunan jangka panjang emiten ini. Jika dibandingkan dengan posisi puncaknya, level harga saat ini telah merosot sebanyak 62,54 persen dari angka sebelumnya yang mencapai Rp3.110 per lembar saham.
Aktivitas perdagangan pada Selasa mencatatkan volume sebanyak 243,7 juta lembar saham yang berpindah tangan. Total nilai transaksi yang dihasilkan mencapai Rp283 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 20.620 kali.
Penghapusan dari indeks global ini tidak hanya menyasar satu emiten, melainkan juga melibatkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Keduanya dinilai masuk dalam kategori saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Stockbit Sekuritas memberikan analisis mengenai kebijakan yang diambil oleh MSCI tersebut. Pihak sekuritas menilai bahwa penghapusan ini konsisten dengan kebijakan internasional yang diterapkan pada pasar saham lainnya.
"Hal ini sejalan dengan perlakuan MSCI terhadap saham sejenis di pasar lain," tulis Stockbit.
Analisis tersebut memprediksi adanya dampak lanjutan bagi saham-saham yang keluar dari indeks bergengsi tersebut. Para pengelola dana pasif diperkirakan akan melakukan penyesuaian portofolio secara masif.
"Sehingga, kedua saham tersebut berpotensi mengalami tekanan jual dari passive fund saat MSCI mengeksekusi deletion," tulis Stockbit.