Aliran modal asing tercatat terus keluar dari pasar saham Indonesia dengan total aksi jual bersih mencapai Rp 49 triliun secara year to date hingga awal Mei 2026. Tekanan ini berlanjut setelah investor asing kembali membukukan net sell sebesar Rp 2,4 triliun dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Data Mirae Asset Sekuritas Indonesia menunjukkan besarnya arus dana keluar tersebut terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sebesar 0,3 persen secara month to date. Pelepasan aset oleh pemodal global ini terkonsentrasi pada sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar, sebagaimana dilansir dari Money.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi sasaran utama aksi jual dengan nilai net sell mencapai Rp 1,6 triliun sepanjang pekan lalu. Meskipun mendapatkan tekanan jual yang signifikan dari investor asing, harga saham bank pelat merah tersebut masih mencatatkan penguatan sebesar 5,5 persen.
Aksi serupa juga menimpa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan nilai jual bersih investor asing sebesar Rp 500 miliar. Sama halnya dengan BMRI, pergerakan harga saham BBCA tetap mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 5,6 persen di tengah tekanan pasar.
Selain sektor perbankan, investor asing turut melepas kepemilikan pada saham sektor energi dan batu bara. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan net sell Rp 196 miliar yang disertai penurunan harga saham hingga 10 persen, disusul PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan net sell Rp 188 miliar dan harga saham yang stagnan.
Tekanan jual juga terlihat pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang membukukan nilai jual bersih asing sebesar Rp 180 miliar. Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan terkoreksinya harga saham CUAN sebesar 6,7 persen dalam periode perdagangan yang sama.
Meskipun arus modal keluar cukup deras, beberapa emiten justru menjadi incaran pemodal internasional, dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net buy Rp 776 miliar. Aksi beli ini mendorong harga saham BBRI melonjak hingga 9 persen dalam sepekan terakhir.
Sejumlah saham lain juga mencatatkan aksi beli bersih asing, yakni PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 140 miliar dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp 111 miliar. Selain itu, saham ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat net buy Rp 84 miliar serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 81 miliar.