Indeks Stoxx 600 Melemah Tertekan Laporan Keuangan Perusahaan Eropa

Indeks Stoxx 600 Melemah Tertekan Laporan Keuangan Perusahaan Eropa
Foto: Ilustrasi Indeks Stoxx 600 Melemah Tertekan Laporan Keuangan Perusahaan Eropa.

Indeks saham pan-Eropa Stoxx 600 ditutup melemah sebesar 0,2 persen pada sesi perdagangan Kamis (29/1/2026) akibat sentimen negatif dari rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan besar di kawasan tersebut. Penurunan tajam saham teknologi menjadi faktor utama yang menekan indeks di tengah fokus pasar pada prospek pertumbuhan ekonomi global.

Sebagaimana dilansir dari Investortrust, pelemahan ini dipicu oleh anjloknya saham SAP sebesar 16 persen, yang merupakan penurunan harian terdalam sejak tahun 2020. Kondisi tersebut turut menyeret indeks DAX Jerman turun hingga 1 persen akibat kekhawatiran pasar terhadap performa sektor perangkat lunak.

Manajemen raksasa teknologi Jerman tersebut melaporkan bahwa pendapatan dari layanan cloud berada di bawah estimasi konsensus analis. Hal ini diperburuk dengan proyeksi perusahaan mengenai kondisi pasar pada tahun berjalan yang berpotensi mengalami hambatan pertumbuhan.

"sedikit melambat" ujar pihak manajemen SAP saat memberikan peringatan mengenai pertumbuhan backlog cloud untuk periode 2026.

Di sisi lain, sektor teknik mencatatkan performa gemilang melalui saham ABB yang melonjak hingga 8 persen. Grup teknik asal Swiss tersebut berhasil mencetak rekor pesanan kuartalan baru senilai US$10,32 miliar atau meningkat 36 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sektor perbankan juga menunjukkan dinamika beragam setelah Deutsche Bank melaporkan laba bersih 1,3 miliar euro, melampaui estimasi analis sebesar 1,12 miliar euro. Namun, saham bank tersebut justru ditutup turun 1,9 persen menyusul adanya laporan penggeledahan kantor oleh otoritas Jerman terkait investigasi pencucian uang.

ING Groep mencatatkan laba bersih 1,4 miliar euro yang melampaui ekspektasi 1,3 miliar euro, namun sahamnya tetap terkoreksi 1,1 persen. Sementara itu, saham SEB anjlok 6,6 persen setelah hasil kinerja keuangan mereka gagal mencapai target yang ditetapkan pasar.

Kondisi pasar global juga dipengaruhi oleh situasi di Amerika Serikat, di mana indeks S&P 500 melemah akibat perlambatan pertumbuhan cloud Microsoft dan penurunan pendapatan tahunan Tesla. Selain itu, pelaku pasar merespons kebijakan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.

"aktivitas ekonomi terus berkembang dengan laju yang solid" tulis Federal Open Market Committee (FOMC) dalam pernyataan resminya pasca-rapat.

Komite tersebut juga memberikan pandangan mengenai kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat yang menjadi indikator kebijakan moneter ke depan.

"menunjukkan beberapa tanda stabilisasi" tambah pihak FOMC terkait tingkat pengangguran saat ini.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, para pelaku pasar saat ini masih memperhitungkan adanya potensi dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi