Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak volatil dengan kecenderungan sideways pada pekan ini. Investor disarankan mencermati sejumlah saham potensial, Senin (27/4/2026), seperti dilansir dari Investortrust.
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai, IHSG akan bergerak di kisaran 7.050ÔÇô7.250 sepanjang pekan ini.
ÔÇ£Untuk ke depan, pelemahan ini masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, namun cenderung bersifat terbatas dan tidak mengindikasikan perubahan fundamental pasar,ÔÇØ kata Elandry kepada investortrust.id, dikutip Senin (27/4/2026).
Kondisi pasar berpeluang mengalami rebound teknikal jika tekanan global mereda. Namun, pergerakan pasar saham domestik saat ini masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal serta nilai tukar rupiah.
Pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (25/4/2026), IHSG tercatat melemah hingga 3%. Elandry menjelaskan, penurunan ini merupakan kombinasi dari beberapa faktor, dengan tekanan terbesar berasal dari sentimen global.
Pasar merespons meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan Federal Reserve yang berpotensi menahan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini memicu aksi risk-off dan mendorong arus keluar dana asing dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari sisi domestik, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memberi tekanan, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap pergerakan kurs.
ÔÇ£Selain itu, faktor teknikal seperti profit taking dan rebalancing portofolio menjelang akhir bulan juga mempercepat koreksi yang terjadi pekan lalu,ÔÇØ ujarnya.
Sementara itu, Investment Specialist Team PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mencatat, IHSG ditutup melemah 6,6% sepanjang pekan lalu.
ÔÇ£Hal ini tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah dalam sepekan terakhir memicu kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global,ÔÇØ jelas analis KISI Sekuritas dalam riset hariannya, Senin (27/4/2026).
Situasi tersebut membuat pasar negara berkembang (emerging market) menjadi lebih volatil. Meski demikian, indeks regional Asia bergerak bervariasi (mixed), dengan Kospi masih mampu mencetak rekor tertinggi (all time high).
Pada pekan ini, IHSG diproyeksikan menutup April dengan pelemahan terbatas, dengan level support di 6.900 dan resistance di 7.200.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang layak dicermati antara lain:
HRTA : trading buy dengan entry price 2.890ÔÇô2.930, target price 3.070 dan 3.200, serta stop loss di bawah 2.750.
ADMR : accumulative buy dengan entry price 1.815ÔÇô1.880, target price 1.960 dan 2.000, serta stop loss jika ditutup di bawah 1.790.