IHSG Menguat ke Level 7.174 Terdorong Sentimen Damai AS dan Iran

IHSG Menguat ke Level 7.174 Terdorong Sentimen Damai AS dan Iran
Foto: Ilustrasi IHSG Menguat ke Level 7.174 Terdorong Sentimen Damai AS dan Iran.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 1,15 persen atau berada pada posisi 7.174 pada akhir perdagangan hari Kamis, 7 Mei 2026. Laju indeks dipengaruhi oleh sentimen positif global terkait peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang meredam tekanan harga energi global.

Kenaikan indeks ini sejalan dengan riset Phintraco Sekuritas yang menyebutkan bahwa stabilitas geopolitik tersebut turut menekan harga minyak mentah dunia. Dilansir dari Suara, penguatan pasar modal ini juga memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah yang menguat 0,3 persen ke level Rp17.320 per dolar AS.

"Optimisme akan segera tercapainya kesepakatan damai antara AS-Iran telah mendorong berlanjutnya koreksi harga minyak WTI dan Brent hingga di bawah level US$100 per barel," tulis Phintraco Sekuritas.

Analis menilai merosotnya harga komoditas energi tersebut membantu pasar mengurangi kekhawatiran atas potensi inflasi tinggi. Sektor keuangan menjadi motor utama kenaikan indeks dengan pertumbuhan sebesar 2,01 persen, sementara sektor material dasar terkoreksi 1,62 persen.

"Penyempitan histogram MACD IHSG berlanjut dan berpotensi membentuk Golden Cross. Stochastic RSI berlanjut menguat di area pivot," tulis Phintraco.

Secara teknikal, pergerakan ini diprediksi membawa IHSG untuk menguji level resistance pada kisaran 7.200 pada perdagangan Jumat mendatang. Data perdagangan mencatat volume saham mencapai 39,96 juta dengan nilai transaksi total Rp23,16 triliun melalui 2,64 juta kali frekuensi perdagangan.

Sebanyak 370 saham tercatat mengalami kenaikan harga, sementara 315 saham melemah, dan 274 saham lainnya stagnan. Saham-saham seperti DPUM, ESIP, dan NATO memimpin jajaran top gainers, sedangkan RICY dan ABDA berada di deretan pelemahan terdalam.

Artikel terkait

Rekomendasi