Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat secara terbatas pada perdagangan Rabu (6/5/2026) setelah rilis data pertumbuhan ekonomi nasional tercatat positif. Berdasarkan data yang dihimpun dari Market, indeks diperkirakan akan menguji area resistance pada rentang level 7.100 hingga 7.160.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menjelaskan bahwa potensi penguatan ini didukung oleh euforia pasar terhadap rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang melampaui ekspektasi. Sektor perbankan dan emiten konglomerasi diprediksi akan menjadi penggerak utama indeks dalam periode jangka pendek.
"Secara teknikal, IHSG masih mempunyai potensi penguatan secara terbatas dengan range target resistance terdekat di level 7.100ÔÇö7.160. Di tengah adanya euforia rilis data ekonomi yang di atas ekspektasi, saham-saham perbankan dan konglomerasi diproyeksi akan menjadi tulang punggung IHSG dalam waktu dekat," kata Reza, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
Laju IHSG dipengaruhi secara signifikan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan pertama 2026 yang mencapai 5,61 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 5,30 persen serta mengalami percepatan dari ekspansi kuartal IV/2025 yang berada di level 5,39 persen.
Pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), IHSG tercatat rebound sebesar 1,22 persen atau naik 85,15 poin menuju level 7.057,10. Meskipun indeks menguat, investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp317 miliar di pasar reguler di tengah kapitalisasi pasar yang mencapai Rp12.654 triliun.
Sejumlah saham unggulan turut mendorong kenaikan indeks pada hari sebelumnya, termasuk PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang melonjak 19,70 persen dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang naik 5,13 persen. Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga mencatatkan apresiasi masing-masing sebesar 4,55 persen dan 3,62 persen.
Di sisi lain, terdapat emiten yang menunjukkan tekanan signifikan seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang sahamnya masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA). Emiten sektor energi milik Grup Sinar Mas ini ditutup melemah 2,62 persen ke level Rp1.485 per saham.
"Sentimen tambahannya adalah DSSA, emiten sektor energi milik Grup Sinar Mas, masuk dalam kategori saham Unusual Market Activity (UMA)," kata Reza, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
| Nama Emiten | Kode Saham | Target Harga (Rp) | Stop Loss (Rp) |
|---|---|---|---|
| Rukun Raharja Tbk. | RAJA | 4.670ÔÇö5.025 | < 4.100 |
| Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. | PADI | 130ÔÇö139 | < 115 |
| Gozco Plantations Tbk. | GZCO | 234ÔÇö242 | < 220 |
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan pada perdagangan terakhir terdapat 342 saham yang menguat, sementara 314 saham mengalami penurunan dan 163 saham lainnya bergerak stagnan. Posisi tertinggi indeks sempat menyentuh level 7.069,20 setelah dibuka pada posisi 6.968,56.