Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.971,11 pada perdagangan hari Selasa (12/5/2026) di Bursa Efek Indonesia. Kenaikan ini terjadi menjelang pengumuman indeks MSCI dan didorong oleh pertumbuhan harga saham sejumlah emiten berkapitalisasi besar seperti DSSA, TPIA, hingga TLKM.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan indeks komposit meningkat 0,95 persen atau setara 65,49 poin dalam beberapa menit awal perdagangan hingga pukul 09.02 WIB. Dilansir dari Market, IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi di level 6.977,28 setelah bergerak dari level terendah 6.938,89 pagi ini.
Sebanyak 325 saham tercatat menguat, berbanding terbalik dengan 128 saham yang terkoreksi dan 209 saham lainnya bergerak stagnan. Aktivitas pasar modal pada pembukaan sesi tersebut membawa total nilai kapitalisasi pasar mencapai angka Rp12.460,08 triliun.
Sejumlah saham big caps memimpin laju indeks, dipimpin oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melonjak 5,29 persen ke harga Rp1.195 per lembar. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mengekor dengan pertumbuhan 2,97 persen ke Rp5.200 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,94 persen menjadi Rp4.210.
Penguatan juga dialami PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang naik 1,85 persen ke posisi Rp3.860 dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang tumbuh 1,01 persen. Sebaliknya, saham PT Astra International Tbk. (ASII) menjadi penahan laju indeks setelah mengalami penurunan sebesar 0,83 persen menuju level Rp6.000.
Pada barisan saham dengan lonjakan tertinggi, PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) memimpin dengan kenaikan 25 persen ke level Rp300. Sementara itu, PT Asia Pramulia Tbk. (ASPR) menjadi top loser setelah anjlok 14,95 persen ke angka Rp330.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memberikan analisis mengenai potensi teknikal indeks di tengah tekanan jual investor asing pada hari sebelumnya. BNI Sekuritas mencatat pada perdagangan lalu IHSG sempat melemah 0,92 persen dengan aksi jual bersih asing mencapai Rp659 miliar.
ÔÇ£IHSG berpotensi short term technical rebound hari ini ke level 6.950, tetapi gunakan untuk sell on high karena IHSG masih rentan kembali koreksi,ÔÇØ ujar Fanny dalam publikasi riset harian, Selasa (12/5/2026).
Pihak BNI Sekuritas memprediksi rentang pergerakan indeks hari ini berada pada level support 6.650-6.850 dan resistance di angka 6.950-7.050. Proyeksi ini muncul di tengah kondisi bursa global yang bervariasi, termasuk pencapaian rekor baru pada indeks Nasdaq dan S&P 500 di Wall Street.
| Kategori Saham | Nama Emiten | Perubahan (%) | Harga Terakhir (Rp) |
|---|---|---|---|
| Top Gainers Big Cap | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) | +5,29% | 1.195 |
| Top Gainers Big Cap | PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) | +2,97% | 5.200 |
| Top Gainers Big Cap | PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) | +1,94% | 4.210 |
| Top Gainers Big Cap | PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) | +1,85% | 3.860 |
| Top Gainers Big Cap | PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) | +1,01% | - |
| Top Loser Big Cap | PT Astra International Tbk. (ASII) | -0,83% | 6.000 |
| Top Gainer Overall | PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) | +25% | 300 |
| Top Gainer Overall | PT UBC Medical Indonesia Tbk. (LABS) | +19,44% | 258 |
| Top Loser Overall | PT Asia Pramulia Tbk. (ASPR) | -14,95% | 330 |
| Top Loser Overall | PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM) | -10% | 126 |