IHSG Menguat ke Level 7.102 pada Sesi I Perdagangan Rabu

IHSG Menguat ke Level 7.102 pada Sesi I Perdagangan Rabu
Foto: Ilustrasi IHSG Menguat ke Level 7.102 pada Sesi I Perdagangan Rabu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 0,65 persen atau naik 45 poin ke level 7.102 pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Pergerakan positif ini dipicu oleh meredanya tensi geopolitik global di Timur Tengah dan rilis data pertumbuhan ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi.

Kenaikan indeks domestik ini selaras dengan tren bursa saham di kawasan Asia yang secara mayoritas bergerak di zona hijau. Dilansir dari Suara, riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa stabilitas kawasan mulai pulih setelah Amerika Serikat mengumumkan berakhirnya operasi ofensif terhadap Iran.

Kondisi pasar semakin kondusif menyusul sinyal dari Presiden Donald Trump yang mengindikasikan adanya jeda operasi maritim di Selat Hormuz. Langkah tersebut dipandang investor sebagai ruang untuk melakukan negosiasi ulang dengan pihak Iran guna meminimalisir risiko geopolitik yang lebih luas di masa depan.

Selain faktor global, ketahanan ekonomi nasional turut menjadi penopang utama IHSG setelah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Pertumbuhan yang kuat ini memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memastikan otoritas moneter akan terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Upaya tersebut mencakup intervensi di pasar valuta asing, penguatan likuiditas, hingga pengawasan ketat terhadap transaksi pembelian valuta asing.

"Hal ini memberikan harapan bahwa stabilitas rupiah tetap dapat terjaga di tengah ketidakpastian global," tulis Pilarmas dalam risetnya.

Data perdagangan sesi pertama menunjukkan volume saham yang ditransaksikan mencapai 21,10 juta lembar dengan total nilai transaksi sebesar Rp 10,44 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,46 juta kali dengan rincian 396 saham menguat, 255 saham melemah, dan 308 saham stagnan.

Beberapa emiten yang mencatatkan kenaikan signifikan pada sesi ini meliputi RICY, DEFI, PYFA, SURI, dan ABDA. Sebaliknya, saham-saham seperti YPAS, BOBA, URBN, RSGK, dan PNGO justru mengalami tekanan jual dan masuk dalam daftar pelemahan terbesar pada perdagangan hari ini.

Artikel terkait

Rekomendasi