IHSG Menguat 1,22 Persen di Tengah Aksi Jual Asing Saham Perbankan

IHSG Menguat 1,22 Persen di Tengah Aksi Jual Asing Saham Perbankan
Foto: Ilustrasi IHSG Menguat 1,22 Persen di Tengah Aksi Jual Asing Saham Perbankan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,22% pada penutupan perdagangan terakhir. Dilansir dari Suara, meskipun indeks menguat, aktivitas pasar masih diwarnai oleh tekanan jual dari pemodal luar negeri.

Investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan estimasi nilai mencapai Rp318 miliar. Langkah pelepasan aset tersebut menyasar sejumlah saham unggulan di sektor perbankan dan komoditas papan atas.

Beberapa emiten yang menjadi fokus aksi jual asing antara lain BMRI, BBCA, ANTM, INCO, dan AADI. Fenomena ini menjadi perhatian pelaku pasar di tengah upaya indeks untuk mempertahankan momentum penguatan.

Secara teknikal, pergerakan indeks hari ini diprediksi akan menguji level resistansi di rentang 7.100 hingga 7.120. Pelaku pasar diminta waspada karena potensi koreksi tetap terbuka jika level tersebut gagal ditembus.

Kekhawatiran pasar juga dipicu oleh posisi nilai tukar Rupiah yang semakin tertekan. Saat ini, mata uang Garuda berada di jalur pelemahan dan mendekati level psikologis Rp17.500 per dolar AS.

Sebagai batas pengaman, IHSG memiliki area dukungan atau support kuat pada level 6.950 sampai 7.000. Stabilitas di level ini sangat krusial untuk menjaga kepercayaan investor domestik.

Sentimen Global dan Rekor Baru Wall Street

Kabar positif datang dari pasar saham Amerika Serikat yang berhasil mencetak rekor tertinggi pada Selasa (5/5/2026). Indeks S&P 500 naik 0,81%, Nasdaq melonjak 1,03%, dan Dow Jones menguat 0,73%.

Kenaikan di bursa AS ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah serta laporan laba emiten kuartal I yang melampaui ekspektasi. Harga minyak jenis WTI merosot ke level US$102,27 per barel, sementara Brent turun ke US$109,87 per barel.

Saham DuPont de Nemours dan Anheuser-Busch InBev menjadi penggerak utama pasar dengan kenaikan lebih dari 8%. Hal ini memberikan angin segar bagi bursa global meskipun dampaknya di Asia masih bervariasi.

Situasi Geopolitik di Selat Hormuz

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mulai mereda setelah kesepakatan gencatan senjata di Selat Hormuz bertahan. Kapal komersial milik AS kini telah mulai melintasi jalur strategis tersebut dengan aman.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan konfirmasi mengenai stabilitas di wilayah tersebut. Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Donald Trump untuk memberikan pengawalan militer bagi kapal-kapal kargo.

Meskipun kondisi keamanan membaik, investor tetap mencermati fluktuasi harga minyak yang masih di atas US$100 per barel. Selain itu, potensi intervensi mata uang Yen oleh otoritas moneter Jepang juga menjadi faktor pemantauan pasar.

Rekomendasi Saham Pilihan

Berdasarkan hasil riset dari BNI Sekuritas, terdapat beberapa saham yang dinilai memiliki potensi menarik untuk dicermati oleh para pelaku trading pada hari ini.

  • BUMI (Spec Buy): Area beli 226ÔÇô230, target dekat 234ÔÇô240, cut loss di bawah 224.
  • AKRA (Buy on Weakness): Area beli 1480ÔÇô1520, target dekat 1540ÔÇô1570, cut loss di bawah 1480.
  • AYAM (Buy if Break): Beli jika menembus 342, target dekat 348ÔÇô352, cut loss di bawah 330.
  • ARCI (Spec Buy): Area beli 1480ÔÇô1500, target dekat 1520ÔÇô1580, cut loss di bawah 1470.
  • MDKA (Spec Buy): Area beli 3040ÔÇô3100, target dekat 3150ÔÇô3200, cut loss di bawah 3020.
  • BRPT (Spec Buy): Area beli 2260ÔÇô2300, target dekat 2400ÔÇô2480, cut loss di bawah 2220.

Artikel terkait

Rekomendasi