IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.905 pada Senin 11 Mei 2026

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.905 pada Senin 11 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.905 pada Senin 11 Mei 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan koreksi sebesar 0,92 persen ke level 6.905 pada penutupan perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian regulasi royalti tambang domestik serta tekanan eksternal dari konflik Timur Tengah.

Laju indeks saham domestik tergerus sentimen kebijakan pemerintah terkait tarif royalti serta depresiasi nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp17.400 per dolar AS. Laporan Phintraco Sekuritas yang dilansir dari Suara menyebutkan bahwa dinamika pasar sangat dipengaruhi oleh kebijakan energi nasional.

Pasar sempat merespons positif kabar penundaan tarif royalti untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, penguatan tersebut bersifat sementara setelah muncul kepastian regulasi dari otoritas keuangan negara.

Menteri Keuangan menegaskan bahwa penyesuaian tarif royalti bagi perusahaan pertambangan akan tetap diimplementasikan mulai awal Juni 2026. Pemerintah dijadwalkan segera merilis Peraturan Presiden guna memayungi kebijakan tersebut secara hukum.

"Sehingga IHSG kembali melemah," kata Phintraco Sekuritas.

Analis mencatat bahwa indikator pasar menunjukkan potensi pelemahan lanjutan secara teknikal pada periode perdagangan berikutnya. Hal ini diperkuat dengan pergerakan indikator momentum yang masuk ke area jenuh jual.

"Histogram negatif MACD kembali melemah dan terjadi death cross stochastic RSI di area pivot," tulis Phintraco Sekuritas.

Volume perdagangan harian mencapai 39,08 juta saham dengan nilai transaksi total menyentuh Rp20,41 triliun. Sebanyak 463 saham tercatat mengalami penurunan harga, sementara hanya 263 saham yang menguat dan 233 saham lainnya stagnan.

Daftar Pergerakan Saham 11 Mei 2026
KategoriEmiten Saham
Top GainersDPUM, DFAM, LABS, MORA, MEDS
Top LosersNIKL, ASPR, SHIP, TALF, TIRA

Kondisi pasar global turut memperparah situasi seiring kenaikan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran. Mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga terpantau menutup perdagangan di zona negatif pada hari yang sama.

Artikel terkait

Rekomendasi