Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami tekanan pada sesi perdagangan hari Selasa (2/6). Sejumlah analis melihat adanya potensi pelemahan yang membayangi pergerakan indeks hari ini.
Herditya Wicaksana, selaku Analis Teknikal MNC Sekuritas, mengungkapkan bahwa posisi IHSG saat ini masih cukup rentan terhadap koreksi lanjutan. Ia menyarankan agar para pelaku pasar tetap waspada terhadap level-level penting yang menjadi dasar pergerakan indeks.
Dalam laporan riset hariannya, Herditya menjelaskan bahwa IHSG kemungkinan besar akan menguji kembali area support di angka 5.899. Analisis ini didasarkan pada pergerakan teknikal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan analisis tersebut, IHSG diproyeksikan akan bergerak pada rentang batas bawah atau support di level 5.996 dan 5.899. Sementara itu, untuk target kenaikan atau resistance, diperkirakan berada pada angka 6.318 dan 6.459.
Rekomendasi Saham dan Analisis Teknis
Meskipun kondisi pasar sedang dibayangi tren negatif, Herditya tetap memberikan beberapa pilihan saham yang menarik untuk dicermati. Beberapa emiten yang masuk dalam radarnya adalah DEWA, UNTR, UNVR, NCKL, serta XBSK.
Pandangan serupa juga datang dari Ivan Rosanova, Analis Binaartha Sekuritas, yang menilai indeks saham masih berada dalam tekanan jual. Tekanan ini terlihat setelah indeks membentuk pola lower high dan lower low selama beberapa hari belakangan.
Ivan memperingatkan jika IHSG sampai menembus batas bawah 6.053, maka tren penurunan kemungkinan besar akan berlanjut hingga ke bawah 5.911. Kondisi pasar yang tidak menentu ini menuntut strategi investasi yang lebih hati-hati.
Beberapa strategi yang disarankan bagi investor dalam menghadapi kondisi pasar saat ini adalah:
- Menerapkan strategi wait and see atau menunggu momentum yang lebih stabil sebelum mengambil keputusan besar.
- Melakukan speculative buy atau pembelian spekulatif namun dengan volume yang sangat terbatas.
- Memperhatikan pergerakan di sekitar level support untuk meminimalkan risiko kerugian.
Strategi di atas ditujukan agar investor tidak terjebak dalam fluktuasi pasar yang terlalu tajam. Ivan memprediksi pergerakan indeks hari ini akan berada pada level support 6.053, 5.911, 5.673, dan 5.439.
Di sisi lain, level resistance yang mungkin dicapai berada pada angka 6.459, 6.587, 6.787, hingga mencapai 7.001. Untuk pilihan saham, Ivan merekomendasikan emiten besar seperti ASII dan BBRI guna dipantau oleh para pelaku pasar.
Kilas Balik Kinerja Pasar Sebelumnya
Sebagai informasi tambahan, pada penutupan perdagangan Jumat (29/5) pekan lalu, IHSG sebenarnya berhasil parkir di zona hijau. Indeks ditutup pada level 6.180, naik sekitar 50,61 poin atau menguat 0,83 persen.
Berdasarkan data dari RTI Infokom, aktivitas perdagangan pada hari tersebut mencatatkan nilai transaksi yang sangat besar, yakni mencapai Rp35,42 triliun. Total volume saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 45,97 miliar lembar saham.
Berikut adalah ringkasan data pergerakan emiten pada penutupan perdagangan pekan lalu:
| Kondisi Saham | Jumlah Emiten |
|---|---|
| Saham yang Terkoreksi | 409 Saham |
| Saham yang Menguat | 271 Saham |
| Saham yang Stagnan | 137 Saham |
Data tabel di atas menunjukkan bahwa meskipun indeks secara keseluruhan menguat, jumlah saham yang mengalami penurunan harga justru lebih mendominasi pasar. Hal ini mencerminkan adanya ketimpangan antara pergerakan saham berkapitalisasi besar dan saham lainnya.
Penting bagi investor untuk memahami bahwa seluruh keputusan investasi, baik membeli maupun menjual saham, sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi. Ulasan ini disusun sebagai informasi publik dan bukan merupakan paksaan untuk melakukan transaksi pada saham-saham tertentu.