IHSG Diprediksi Melemah dalam Rentang 7577 Hingga 7686

IHSG Diprediksi Melemah dalam Rentang 7577 Hingga 7686
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Melemah dalam Rentang 7577 Hingga 7686.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak melemah dalam rentang 7.577 hingga 7.686 pada Kamis (16/4/2026). Proyeksi penurunan ini terjadi setelah indeks ditutup merosot sebesar 52,36 poin atau 0,68 persen ke level 7.623 pada perdagangan sebelumnya, seperti dilansir dari Investortrust.

Analisis teknikal menunjukkan adanya indikator candlestick bearish belt hold yang berada di atas pergerakan rata-rata MA5 dan MA20. Selain itu, indikator stochastic juga telah mencatatkan kondisi dead cross pada area jenuh beli (overbought).

ÔÇ£Dengan pola ini, kami perkirakan IHSG cenderung melemah dengan saham pilihan ASII, EXCL, HMSP, dan PGEO,ÔÇØ tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.

Pergerakan indeks hari ini turut mendapatkan pengaruh dari bursa saham Amerika Serikat yang mayoritas ditutup menguat di Wall Street. Sentimen positif dari global ini muncul seiring adanya pernyataan dari pihak AS mengenai kelanjutan pembicaraan dengan Iran yang dinilai masih berlangsung produktif.

Meskipun proyeksi indeks cenderung mengalami penurunan, pihak analis tetap memberikan rekomendasi beli untuk sejumlah saham pilihan. Target harga yang ditetapkan untuk ASII berada pada Rp 7.100, EXCL sebesar Rp 3.690, HMSP senilai Rp 865, dan PGEO mencapai Rp 1.255.

Pada perdagangan kemarin, pelemahan indeks juga diikuti oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing dengan nilai total mencapai Rp 1,16 triliun. Penjualan terbesar tercatat pada saham BBRI senilai Rp 706,57 miliar dan saham BBCA yang mencapai Rp 263,83 miliar.

Penurunan indeks kemarin didorong oleh kejatuhan beberapa sektor, terutama infrastruktur yang terkoreksi 1,33 persen dan kesehatan sebesar 2,81 persen. Sektor konsumer primer juga turun 1 persen, diikuti material dasar 0,44 persen, dan energi 0,27 persen, sementara sektor transportasi, industri, konsumer non-primer, serta properti justru mengalami penguatan.

Di tengah aksi ambil untung (profit taking) yang menekan IHSG, beberapa saham justru berhasil melonjak hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham DEFI tercatat melesat 34,33 persen ke Rp 90, SDMU menguat 34,88 persen ke Rp 116, dan PSDN melambung 34,13 persen menjadi Rp 224.

Lonjakan hingga batas ARA juga dialami oleh saham pendatang baru yang baru mencatatkan sahamnya pekan lalu, yaitu WBSA yang naik 25 persen ke Rp 440. Kenaikan signifikan lain dibukukan oleh RONY sebesar 24,92 persen ke Rp 1.955, ASLI naik 24,56 persen ke Rp 426, BIKE menguat 24,43 persen ke Rp 550, dan MLPT meningkat 20 persen menjadi Rp 24.300.

Artikel terkait

Rekomendasi