Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif dengan melanjutkan tren penguatan pada awal perdagangan Kamis, 7 Mei 2026.
Berdasarkan laporan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari Money, indeks dibuka pada posisi 7.160,79, mengalami kenaikan sebesar 1,35 persen dari penutupan sebelumnya di level 7.092,47.
Pada sesi pagi ini, pergerakan indeks terpantau berada dalam rentang angka 7.159,15 hingga mencapai titik 7.204,78.
Hingga memasuki masa awal transaksi, indeks tercatat bertengger di level 7.188,50, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 96,03 poin.
Lalu lintas perdagangan di lantai bursa terlihat cukup intens dengan volume saham yang ditransaksikan mencapai 6,780 miliar lembar.
Nilai transaksi sementara tercatat menyentuh angka Rp 4,103 triliun yang dihasilkan dari 526.400 kali frekuensi transaksi.
Rincian pergerakan pasar menunjukkan dominasi tren positif, di mana terdapat 402 saham yang menguat, berbanding dengan 184 saham yang melemah, sementara 373 saham lainnya tidak bergerak.
Beberapa indeks sektoral dan utama lainnya turut menyusul langkah IHSG ke zona hijau, termasuk indeks LQ45 yang bertambah 11,06 poin atau 1,62 persen ke posisi 693,82.
Jakarta Islamic Index (JII) juga mencatatkan kenaikan sebesar 7,45 poin atau 1,58 persen sehingga berada di level 478,14.
Kenaikan serupa terlihat pada indeks KOMPAS100 yang melonjak 15,65 poin ke posisi 974,72, serta indeks ISSI yang menguat 1,17 persen ke level 258,44.
Indeks IDX30 melaporkan kenaikan 6,33 poin ke angka 387,08, sementara indeks JII70 meningkat 2,37 poin ke posisi 185,21.
Kendati menunjukkan awal yang impresif, sejumlah pengamat pasar memprediksi bahwa ruang penguatan indeks pada perdagangan Kamis ini masih terbatas.
Analis teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangannya bahwa pergerakan pasar hari ini akan dibayangi oleh volatilitas harga komoditas di tingkat global.
Faktor utamanya adalah kenaikan harga emas dunia yang kontras dengan pelemahan harga minyak mentah, yang diperkirakan memengaruhi saham berbasis komoditas dalam negeri.
Herditya memproyeksikan bahwa titik support indeks berada pada area 7.047 dengan batas resistance yang dipatok di kisaran 7.170.
"Untuk Kamis (perdagangan) kami perkirakan penguatan IHSG relatif terbatas dan rawan koreksi dengan support di 7.047 dan resist 7.170, dimana kami perkirakan akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas seperti penguatan emas dan pelemahan minyak mentah," ujar Herditya.