IHSG BEI Melemah ke Level 7.596 pada Sesi I

IHSG BEI Melemah ke Level 7.596 pada Sesi I
Foto: Ilustrasi IHSG BEI Melemah ke Level 7.596 pada Sesi I.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh 27,49 poin atau 0,36 persen ke level 7.596 pada penutupan sesi I hari Kamis (16/4/2026). Pergerakan ini berbalik arah setelah sempat melonjak 0,56 persen pada pembukaan perdagangan pagi hari.

Pergerakan indeks berada pada rentang 7.578 hingga 7.705 dengan mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp 9,53 triliun. Laporan performa pasar modal ini dilansir dari Investortrust.

Kemerosotan indeks didorong oleh kelanjutan tren negatif dari saham-saham emiten milik Prajogo Pangestu. Beberapa di antaranya meliputi BRPT, BREN, TPIA, serta PTRO. Sentimen negatif ini diperparah oleh penurunan harga saham DSSA, MORA, dan RATU.

Koreksi yang terjadi pada mayoritas sektor saham turut menjadi pemicu pelemahan indeks. Sektor energi, konsumer primer, dan infrastruktur mencatat penurunan terdalam dengan angka melebihi 1 persen. Sebaliknya, pertumbuhan positif hanya dialami oleh sektor transportasi, teknologi, dan kesehatan.

Sejumlah saham tetap membukukan lonjakan harga yang signifikan di tengah pelemahan indeks. Saham DEFI menguat 34,44 persen ke Rp 121, WBSA naik 25 persen ke Rp 550, dan SMDM menguat 24,79 persen ke Rp 730. Emiten BIKE juga terangkat 24,55 persen ke Rp 685, SOTS naik 24,62 persen ke Rp 1.215, serta MLPT menguat 19,96 persen ke Rp 29.150.

Penurunan sesi pertama ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, di mana IHSG ditutup melemah 52,36 poin atau 0,68 persen menuju posisi 7.623. Kondisi tersebut dibarengi aksi jual bersih oleh investor asing dengan nilai total Rp 1,16 triliun. Penjualan terbesar melanda saham BBRI senilai Rp 706,57 miliar dan BBCA sebesar Rp 263,83 miar.

Pelemahan indeks pada hari sebelumnya didorong oleh kejatuhan sektor infrastruktur sebesar 1,33 persen dan sektor kesehatan 2,81 persen. Sektor konsumer primer terkoreksi 1 persen, sektor material dasar 0,44 persen, serta sektor energi 0,27 persen. Di sisi lain, sektor transportasi, industri, konsumer non-primer, dan properti justru mengalami penguatan.

Aksi ambil untung atau profit taking yang menekan IHSG kemarin tidak menghentikan beberapa saham mencetak auto reject atas (ARA). Saham DEFI melesat 34,33 persen ke Rp 90, SDMU menguat 34,88 persen ke Rp 116, RONY naik 24,81 persen ke Rp 2.400, dan PSDN melambung 34,13 persen ke Rp 224.

Kenaikan batas atas juga dirasakan oleh saham WBSA yang baru melakukan listing pekan lalu dengan penguatan 25 persen ke Rp 440. Emiten lain yang mengalami lonjakan serupa adalah RONY sebesar 24,92 persen ke Rp 1.955, ASLI naik 24,56 persen ke Rp 426, BIKE menguat 24,43 persen ke Rp 550, dan MLPT meningkat 20 persen menjadi Rp 24.300.

Artikel terkait

Rekomendasi