IHSG 23 April 2026 Diprediksi Melemah ke 7.309-7.441 Saat Sentimen Global Menekan

IHSG 23 April 2026 Diprediksi Melemah ke 7.309-7.441 Saat Sentimen Global Menekan
Foto: Ilustrasi IHSG 23 April 2026 Diprediksi Melemah ke 7.309-7.441 Saat Sentimen Global Menekan.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk perdagangan Jumat (23/4/2026) diperkirakan bergerak pada rentang kisaran 7.309 hingga 7.441. Pergerakan indeks saham tersebut memiliki kecenderungan untuk mengalami pelemahan.

Analisis dari Reliance Sekuritas yang dikutip dari Investortrust menunjukkan indikator teknikal bahwa candle terakhir IHSG membentuk pola bearish belt hold. Posisi ini berada di bawah MA5 dengan indikator Stochastic yang mencatatkan dead cross.

"Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk bearish belt hold, di bawah MA5, indikator Stochastic dead cross. Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan. Berikut saham pilihan hari ini: MAPA, JPFA, BUMI, dan KRAS."

Kondisi pasar modal domestik juga terpengaruh oleh kelanjutan tren negatif dari Wall Street. Tekanan terhadap pasar dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, serta ketidakpastian yang meningkat terkait negosiasi perdamaian ke depan.

Untuk menghadapi potensi koreksi ini, terdapat beberapa saham pilihan yang direkomendasikan beli beserta target harganya. Saham MAPA memiliki target harga Rp 750, sedangkan JPFA dipatok dengan target Rp 3.050. Selanjutnya, saham BUMI direkomendasikan dengan target Rp 258 dan KRAS pada target Rp 340.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, IHSG mencatatkan penurunan tajam sebesar 163 poin atau ambles 2,16 persen ke level 7.378. Penurunan ini diiringi aksi jual bersih oleh investor asing (net sell) yang mencapai angka Rp 978,65 miliar, dengan kontribusi penjualan terbesar berasal dari saham BBRI dan BMRI.

Kemerosotan indeks didorong oleh pelemahan massal di seluruh sektor saham, meliputi industri, energi, consumer primer, serta consumer non-primer. Sektor keuangan, teknologi, dan infrastruktur juga terpantau mengalami koreksi yang cukup dalam.

Di tengah kejatuhan indeks, beberapa saham justru berhasil menembus batas auto reject atas (ARA). Saham KOBX melonjak 34,43 persen ke Rp 246, disusul MAXI yang menguat 33,96 persen menjadi Rp 71. Lonjakan ARA juga dialami SKBM yang naik 25 persen ke Rp 800, WBSA terangkat 24,88 persen ke Rp 1.330, dan PGLI menguat 24,53 persen menuju Rp 264. Sementara itu, saham BAIK menguat 20,91 persen ke Rp 665 dan ALII naik 14,44 persen menjadi Rp 1.030.

Artikel terkait

Rekomendasi