IHSG 21 April 2026 Dibuka Melemah 33 Poin ke Level 7.560

IHSG 21 April 2026 Dibuka Melemah 33 Poin ke Level 7.560
Foto: Ilustrasi IHSG 21 April 2026 Dibuka Melemah 33 Poin ke Level 7.560.

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka terkoreksi pada perdagangan Selasa (21/4/2026). Seperti dilansir dari Investortrust, indeks terpangkas sebanyak 33,83 poin atau mengalami penurunan 0,45% ke posisi 7.560.

Arah pergerakan indeks domestik tersebut menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik dengan mayoritas pasar saham di Asia yang justru terpantau menguat. Laju penurunan indeks dipicu oleh merosotnya performa sejumlah sektor saham utama, meliputi sektor energi, keuangan, serta infrastruktur.

Kendati demikian, beberapa sektor lain masih mampu bertahan di zona hijau dan mencatatkan penguatan. Sektor-sektor yang mengalami kenaikan tersebut di antaranya adalah sektor konsumer primer, teknologi, dan konsumer non-primer.

Di tengah pelemahan indeks yang terjadi pada pembukaan perdagangan, terdapat beberapa saham yang justru bergerak melesat secara signifikan hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Saham WBSA terpantau melonjak 24,82% ke posisi Rp 855, disusul saham LCKM yang menguat 28,45% menuju Rp 150, serta saham BABY yang meningkat 24,43% menjadi Rp 326.

Kondisi ini melanjutkan tren negatif dari perdagangan hari sebelumnya, di mana IHSG ditutup anjlok sebesar 39,89 poin atau 0,52% ke level 7.594. Padahal, pada saat yang sama, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai mencapai Rp 380,73 miliar.

Suntikan modal asing terbesar sepanjang perdagangan kemarin mengalir pada saham BREN dengan nilai net buy mencapai Rp 269,74 miar. Selain itu, saham SSMS juga menjadi incaran investor asing dengan catatan aksi beli bersih sebesar Rp 200,16 miliar.

Kemerosotan indeks pada hari kemarin terjadi seiring dengan melemahnya seluruh sektor saham di bursa. Penurunan paling dalam dialami oleh saham-saham dari sektor properti, konsumer primer, keuangan, kesehatan, energi, hingga sektor konsumer non-primer.

Meskipun pasar saham kemarin ditutup di zona merah, fenomena lonjakan harga hingga batas Auto Reject Atas (ARA) tetap melanda sejumlah emiten. Saham DEFI memimpin dengan kenaikan 34,97% ke posisi Rp 220, diikuti LCKM yang menguat 34,88% ke level Rp 116.

Selanjutnya, saham MDIA juga terkerek naik sebesar 34,82% menuju harga Rp 120 per lembar. Tren positif ini diikuti pula oleh saham KICI yang melesat 34,38% menjadi Rp 258, saham VISI yang melompat 25% ke posisi Rp 925, serta saham BABY yang menguat 24,76% ke level Rp 262.

Artikel terkait

Rekomendasi