Hizbullah Klaim 21 Serangan Terbaru ke Israel, Drone Targetkan Haifa dan Safed

Hizbullah Klaim 21 Serangan Terbaru ke Israel, Drone Targetkan Haifa dan Safed
Foto: Hizbullah Klaim 21 Serangan Terbaru ke Israel, Drone Targetkan Haifa dan Safed. (Illustration by Pexels)

Kelompok Hizbullah dilaporkan telah melancarkan serangkaian operasi militer besar-besaran yang menargetkan pasukan serta fasilitas milik Israel. Sebanyak 21 serangan diklaim telah dilakukan dalam kurun waktu satu hari saja.

Aksi yang berlangsung pada 31 Mei 2026 tersebut menyasar berbagai titik strategis, mulai dari wilayah Lebanon selatan hingga jauh ke utara Israel. Operasi ini melibatkan berbagai alat utama sistem persenjataan, termasuk roket, artileri, hingga pesawat nirawak atau drone serang.

Dalam pernyataan resminya pada Senin, 1 Juni 2026, sayap militer Hizbullah menegaskan bahwa rangkaian serangan ini merupakan tindakan balasan. Mereka menyebut adanya pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang diduga dilakukan oleh pihak Israel.

Selain itu, Hizbullah menyatakan bahwa operasi militer ini adalah bentuk respons atas serangan yang menargetkan warga sipil di Lebanon. "Perlawanan Islam telah melaksanakan 21 operasi tempur sebagai jawaban atas pelanggaran gencatan senjata dan serangan terhadap warga sipil," tulis mereka dalam keterangan resminya.

Detail Operasi dan Target Serangan

Hizbullah merinci bahwa sasaran serangan mereka mencakup konsentrasi pasukan militer dan berbagai peralatan tempur Israel di lokasi-lokasi strategis. Kombinasi serangan udara dan darat digunakan untuk memastikan efektivitas operasi tersebut.

Beberapa wilayah di Lebanon selatan yang menjadi titik konsentrasi serangan antara lain Bayada, Debel, Quzah, serta Dibbine. Selain itu, kawasan Yahmar al-Shaqif, Maroun al-Ras, hingga situs bersejarah Kastil Beaufort juga masuk dalam daftar target operasi mereka.

Tidak hanya terbatas pada wilayah perbatasan, Hizbullah juga memperluas jangkauan serangannya ke dalam wilayah Israel utara menggunakan drone bersenjata. Serangan udara ini membidik fasilitas-fasilitas militer yang dianggap vital oleh kelompok tersebut.

Target di wilayah Israel utara mencakup landasan helikopter di permukiman Shlomi serta sejumlah instalasi di Nahariya. Kawasan Krayot yang terletak di utara Haifa, wilayah Safed, hingga posisi militer di Hanita juga tidak luput dari sasaran drone mereka.

Daftar wilayah yang menjadi sasaran operasi militer Hizbullah:

  • Wilayah Lebanon Selatan: Meliputi Bayada, Debel, Quzah, Dibbine, Yahmar al-Shaqif, Maroun al-Ras, dan kawasan Kastil Beaufort.
  • Wilayah Israel Utara: Mencakup landasan helikopter di Shlomi, fasilitas di Nahariya, kawasan Krayot (Haifa), Safed, hingga pangkalan di Hanita.

Daftar tersebut menunjukkan luasnya cakupan operasi yang dilakukan dalam satu hari untuk menekan posisi militer lawan di sepanjang garis perbatasan maupun di area pemukiman strategis.

Dampak dan Situasi Keamanan Terkini

Hizbullah mengeklaim bahwa beberapa serangan yang mereka luncurkan telah berhasil mengenai target secara akurat sesuai rencana. Namun, hingga saat ini pihak kelompok tersebut belum memberikan detail mengenai tingkat kerusakan bangunan atau fasilitas yang terkena dampak.

Selain itu, tidak ada informasi rinci mengenai jumlah korban, baik dari personel militer maupun kemungkinan adanya korban jiwa lainnya akibat operasi ini. Fokus utama dari rilis tersebut adalah keberhasilan penetrasi serangan ke wilayah lawan.

Pihak Hizbullah kembali menegaskan bahwa aksi militer ini murni dilakukan demi mempertahankan kedaulatan wilayah dan melindungi masyarakat Lebanon. Hal ini terjadi di tengah situasi keamanan di kawasan perbatasan yang terus memanas dan tidak menentu.

Serangan masif ini dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap operasi militer Israel yang dianggap masih terus berjalan. Hizbullah menilai bahwa pelanggaran terus terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata seharusnya sudah diberlakukan di kawasan tersebut.

Ringkasan detail operasi militer Hizbullah pada 31 Mei 2026:

Kategori Informasi Detail Operasi
Jumlah Operasi 21 Serangan dalam satu hari
Jenis Senjata Roket, Artileri, dan Drone Serang
Tujuan Utama Respons atas pelanggaran gencatan senjata dan perlindungan warga sipil
Cakupan Wilayah Lebanon Selatan dan Israel Utara (Haifa, Safed, Nahariya)

Tabel di atas merangkum poin-poin utama dari eskalasi konflik yang terjadi, menunjukkan intensitas serangan yang dilakukan oleh kelompok perlawanan di Lebanon terhadap militer Israel.

Situasi di Timur Tengah memang terus menjadi sorotan global, terutama terkait ketegangan antara kelompok bersenjata dengan militer Israel. Konflik ini tidak hanya berdampak pada stabilitas regional, tetapi juga memicu kekhawatiran internasional akan eskalasi yang lebih luas.

Hingga saat ini, laporan mengenai dampak balasan dari pihak Israel atau keterlibatan pihak ketiga masih terus dipantau oleh para pengamat keamanan. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada mengingat dinamika di lapangan yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Artikel terkait

Rekomendasi