Manajer Operasional Transfeero Andrea Platania menyarankan para pelancong untuk menghindari pemilihan kursi pesawat nomor 30E dan 30F demi menjaga kenyamanan selama penerbangan pada Senin (13/4/2026). Rekomendasi ini muncul seiring dengan meningkatnya fenomena perebutan tiket pesawat oleh wisatawan menjelang masa liburan.
Pemilihan posisi duduk di baris ke-30 tersebut dinilai merugikan karena lokasinya yang sangat dekat dengan fasilitas toilet. Dilansir dari Detik Travel, posisi ini memicu gangguan konstan akibat antrean penumpang di lorong serta aktivitas buka-tutup pintu toilet yang bising.
"Ini bukan hanya tentang kedekatan, tetapi juga tentang pergerakan konstan di sekitar Anda," kata Andrea Platania, Manajer Operasional Transfeero. Ia menambahkan bahwa area tersebut sering menjadi titik berkumpul penumpang yang mengobrol saat menunggu giliran masuk ke toilet.
Selain gangguan suara dan kerumunan, kursi pada baris 30, khususnya 30A dan 30F, memiliki keterbatasan teknis pada sandaran kursi. Kursi-kursi di zona ini umumnya tidak dapat direbahkan secara maksimal seperti kursi di baris lainnya sehingga memicu kelelahan fisik bagi penumpang.
Kondisi sandaran yang tegak lurus tersebut menjadi kendala serius terutama pada penerbangan jarak jauh yang membutuhkan waktu istirahat cukup. Platania menegaskan bahwa ketidakmampuan merebahkan kursi akan memberikan perbedaan besar pada tingkat kenyamanan dan kesegaran penumpang saat mendarat.
Faktor efisiensi waktu juga menjadi alasan utama kursi belakang ini tidak direkomendasikan bagi penumpang dengan jadwal transit ketat. Penumpang di baris akhir biasanya menjadi rombongan terakhir yang diizinkan turun dari pesawat setelah seluruh penumpang di baris depan keluar.
Keterlambatan keluar dari kabin ini sering kali menjadi hambatan bagi pelancong yang harus mengejar penerbangan lanjutan dalam waktu singkat. Platania menyebutkan bahwa meskipun terdengar sederhana, penundaan saat turun dari pesawat bisa terasa sangat lama dalam situasi mendesak.