Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, baru saja menyelenggarakan acara open house di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026) ini bertujuan untuk memperingati satu tahun perjalanan operasional institusi pendidikan tersebut sejak diluncurkan.
Melalui agenda open house ini, masyarakat dan para pemangku kepentingan diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana proses belajar mengajar berlangsung. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan gambaran transparan mengenai kualitas pendidikan yang diberikan kepada para siswa di Sekolah Rakyat.
Sebelum pelaksanaan di Bogor, rangkaian open house ini sebenarnya sudah dimulai sejak bulan Mei lalu dengan melibatkan Pengurus Nasional Karang Taruna. Saat itu, kunjungan serupa dilakukan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 yang berlokasi di wilayah Bekasi pada tanggal 13 Mei.
Pada kesempatan kali ini, giliran para calon siswa (casis) beserta orang tua mereka yang diundang untuk mengenal lebih dekat lingkungan SRMP 10 Bogor. Gus Ipul hadir langsung dengan didampingi oleh Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, untuk menyapa para tamu undangan yang hadir.
Rangkaian penyambutan yang memeriahkan suasana di Sekolah Rakyat Bogor:
- Pertunjukan yel-yel penuh semangat yang dibawakan oleh para siswa aktif.
- Pidato dalam empat bahasa asing yang menunjukkan kemampuan linguistik pelajar.
- Penampilan paduan suara dan tarian tradisional yang menghibur para tamu.
- Sesi dialog interaktif antara calon siswa, orang tua, dan Menteri Sosial.
Rangkaian kegiatan seni dan budaya tersebut menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan di Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada aspek kognitif saja. Bakat-bakat seni dan rasa percaya diri siswa terus diasah agar mereka mampu tampil berani di depan publik.
Salah satu bukti keberhasilan program ini tercermin pada sosok Misfan Nazriel Faturrahman, siswa SRMA 13 Bekasi yang dipercaya menjadi pembawa acara (MC). Ia memandu jalannya acara menggunakan Bahasa Inggris dengan sangat lancar dan penuh rasa percaya diri.
Misfan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengenyam pendidikan dengan fasilitas mumpuni yang ia peroleh selama hampir satu tahun terakhir. Menurutnya, sekolah ini sangat mendukung cita-citanya di masa depan dan membantunya berkembang secara akademik dengan pesat.
Kisah inspiratif lainnya datang dari Muhammad Revaldi, seorang remaja berusia 17 tahun yang merupakan salah satu calon siswa baru. Revaldi memiliki latar belakang keluarga yang cukup menantang, di mana ibunya merupakan penyandang disabilitas daksa dan ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek.
Akibat keterbatasan ekonomi, Revaldi harus menelan pil pahit karena terpaksa putus sekolah sejak masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar. Selama sembilan tahun terakhir, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan untuk membantu ekonomi keluarga, termasuk dengan memulung.
Kehadiran Sekolah Rakyat kini menjadi secercah harapan baru bagi Revaldi untuk kembali menata masa depan yang sempat terhenti lama. Harapan besar ini juga dirasakan oleh sang ibu, Iis Anggel, yang merasa sangat terharu hingga meneteskan air mata saat berdialog dengan Gus Ipul.
Iis sangat berharap agar putranya bisa meraih kesuksesan lewat jalur pendidikan ini demi mengangkat derajat dan kesejahteraan keluarga mereka. Ia menceritakan betapa sulitnya kehidupan yang mereka jalani selama ini tanpa adanya akses pendidikan yang memadai bagi anaknya.
Latar belakang dan prinsip utama pendirian Sekolah Rakyat menurut Gus Ipul:
- Merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk membantu warga prasejahtera.
- Fokus memberikan perhatian khusus kepada keluarga yang selama ini belum terjangkau pembangunan.
- Memiliki misi agar tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan.
- Mempersiapkan generasi muda dari kalangan ekonomi lemah untuk menjadi pemimpin masa depan.
Gus Ipul menegaskan bahwa Presiden ingin setiap anak di seluruh pelosok negeri memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Dengan demikian, mereka memiliki bekal yang cukup untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa yang akan datang.
Mengenai sistem penerimaan siswa, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan metode yang sangat ketat dan berbeda dari sekolah umum. Pihak sekolah tidak membuka pendaftaran secara terbuka kepada publik untuk menjaga integritas sasaran program.
Calon siswa dipilih secara proaktif melalui proses penjangkauan yang berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar jatuh ke tangan anak-anak yang paling membutuhkan sesuai data pemerintah.
Gus Ipul juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya agar tidak ada praktik manipulasi data atau pungutan liar dalam proses ini. Ia menjamin bahwa seluruh proses seleksi berjalan secara transparan tanpa ada titipan dari pihak mana pun atau imbalan dalam bentuk apa pun.
Berikut adalah beberapa pejabat tinggi Kementerian Sosial yang turut hadir mendampingi Gus Ipul dalam kunjungan kerja tersebut.
| Jabatan | Nama Pejabat |
|---|---|
| Wakil Menteri Sosial | Agus Jabo Priyono |
| Sekretaris Jenderal | Robben Rico |
| Dirjen Rehabilitasi Sosial | Supomo |
| Dirjen Pemberdayaan Sosial | Mira Riyati Kurniasih |
| Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial | Agus Zainal Arifin |
| Plt. Inspektur Jenderal | Dody Sukmono |
Kehadiran jajaran lengkap pimpinan Kemensos ini menunjukkan betapa pentingnya proyek Sekolah Rakyat dalam agenda kerja kementerian. Program ini diharapkan terus berkembang untuk menjangkau lebih banyak anak-anak yang sempat putus sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Gus Ipul menutup agenda tersebut dengan berdialog santai bersama para orang tua siswa guna menyerap aspirasi dan keluhan mereka. Upaya komunikasi dua arah ini terus dilakukan agar layanan pendidikan di Sekolah Rakyat tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat kecil.