Calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih Friderica Widyasari Dewi berkomitmen langsung menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di Kompleks Parlemen Senayan pada Kamis (12/3/2026). Langkah strategis tersebut menjadi prioritas utama demi menghadapi tantangan dinamika geopolitik global saat ini.
Stabilitas sektor keuangan dinilai sebagai amanat paling krusial yang harus diselesaikan lewat kerja sama kolektif kolegial, seperti dilansir dari Investortrust. Selain menjaga stabilitas, fokus pengawasan juga diarahkan pada pembenahan menyeluruh di sektor pasar modal Indonesia.
Agenda reformasi integritas pasar modal dipersiapkan guna merespons berbagai dinamika yang memengaruhi para pelaku pasar akhir-akhir ini. Kebijakan ini sebenarnya telah dimulai sejak masa transisi kepemimpinan institusi tersebut.
"Menjaga stabilitas sistem keuangan, ini yang paling pertama dan utama, apalagi dengan dinamika geopolitik saat ini dan rambatannya," kata Friderica di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (12/3/2026).
Friderica menambahkan bahwa program pembenahan struktural tersebut kini diperkuat melalui delapan aksi prioritas. OJK menetapkan delapan poin krusial yang mencakup penguatan likuiditas pasar, integritas data, hingga aspek integritas investor.
"Intinya bisa saya sampaikan ke rekan-rekan, reformasi integritas di pasar modal merupakan salah satu prioritas utama kami saat ini. Sebetulnya sudah kami lakukan saat kami menjadi pejabat sementara kemarin, dan ini bisa kita katakan sebagai prioritas paling utama," kata Frederica ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Penegakan hukum secara tegas akan diterapkan oleh OJK terhadap segala bentuk pelanggaran ketentuan yang berlaku. Guna mendukung upaya itu, OJK membentuk Task Force Reformasi Pasar Modal yang melibatkan kementerian terkait dan Self-Regulatory Organizations (SRO) seperti Bursa Efek Indonesia (BEI).