Kawasan legendaris Melawai kini tidak lagi tampak seperti dulu. Blok M yang sempat meredup seiring berjalannya waktu, kini kembali berdenyut kencang dengan langkah kaki ratusan anak muda yang memadati area trotoar.
Berdasarkan pengamatan langsung tim CNNIndonesia.com pada Selasa sore, kawasan bersejarah di Jakarta Selatan ini telah bertransformasi menjadi episentrum baru. Area ini kini menjadi pusat tempat nongkrong, perburuan kuliner, hingga lokasi mencari visual estetik demi eksistensi di media sosial.
Seiring dengan lonjakan pengunjung, berbagai unit usaha baru pun mulai bermunculan untuk menangkap peluang. Salah satunya adalah Picturememories.id atau dikenal sebagai Pictme Photobox yang berlokasi tepat di depan kedai Mie Star, Blok M.
Layanan ini bukan sekadar bilik foto konvensional yang biasa kita temui. Tempat ini menawarkan pengalaman mesin waktu modern dengan cetakan foto berukuran besar yang menggunakan bingkai koran lawas.
Sentuhan nostalgia visual ini dibanderol seharga Rp40 ribu per lembar. Meski demikian, hasil cetakannya dianggap memiliki nilai estetika tinggi untuk diunggah ke platform media sosial.
Staff Marketing Picturememories.id, Ramzul Aghna, menjelaskan bahwa cabang di Blok M ini telah beroperasi sejak akhir Desember 2025. Keputusan memilih lokasi ini didasari oleh tingginya arus pengunjung, terutama dari kalangan generasi muda.
Ramzul mengungkapkan bahwa masyarakat Jakarta sangat menyadari perubahan signifikan pada Blok M Square saat ini. Ia menilai kawasan tersebut kini telah menjadi pusat kebudayaan nongkrong bagi anak-anak muda di ibu kota.
Perjalanan usaha Pictme sendiri dimulai sejak tahun 2023 dengan basis pertama di Kota Bogor. Dari awalnya hanya memiliki dua cabang, usaha photobox ini tumbuh pesat menjadi tujuh cabang pada 2024 dan mencapai 13 cabang pada 2025.
Pada tahun ini, manajemen menargetkan ekspansi hingga memiliki total 18 cabang di berbagai lokasi. Ramzul berpendapat bahwa popularitas tren photobox koran di Blok M dipicu oleh budaya viral dan fenomena fear of missing out (FOMO).
Fakta mengenai perilaku konsumen di cabang Blok M:
- Tingkat fenomena FOMO di Indonesia sangat tinggi dan menjadi penggerak utama bisnis ini.
- Mayoritas pelanggan didominasi oleh perempuan dalam rentang usia produktif antara 17 hingga 34 tahun.
- Antusiasme pengunjung yang sangat besar sempat memicu antrean panjang pada bulan pertama pembukaan.
- Perubahan tren kawasan dari pusat tekstil dan thrifting menjadi pusat kuliner dan aktivasi merek.
Data tersebut menunjukkan bagaimana karakter konsumen di Blok M telah bergeser menjadi lebih dinamis dan mengikuti tren digital. Ramzul menekankan bahwa saat ini aktivasi berbagai merek atau brand activation mulai mendominasi wajah Blok M Square.
Bagi para pelaku usaha yang berminat masuk ke wilayah ini, Ramzul membagikan beberapa tips sukses. Menurutnya, lokasi adalah faktor penentu utama yang harus dipertimbangkan sebelum aspek lainnya.
Selain lokasi, penyesuaian produk dan penetapan harga juga menjadi kunci agar bisa bersaing. Ia mengingatkan bahwa di kawasan Blok M, pelaku usaha tidak bisa mematok harga yang terlalu tinggi agar tetap terjangkau oleh target pasar.
Ramzul menaruh harapan besar agar Blok M bisa terus mempertahankan daya tariknya sebagai pusat pertemuan favorit. Ia berharap kawasan ini tetap memegang peringkat pertama sebagai lokasi nongkrong yang paling dicari di Jakarta.
Geliat ekonomi di Blok M juga dirasakan oleh para pebisnis makanan, salah satunya adalah gerai EM Gelato. Usaha es krim ini sudah mulai merambah Blok M sejak tahun 2024, bahkan sebelum kawasan tersebut seviral saat ini.
Joshua Firdaus, selaku Production Planning and Inventory Control (PPIC) EM Gelato Blok M, menceritakan asal usul nama brand mereka. Nama tersebut diambil dari singkatan lokasi mereka berada serta ekspresi rasa puas saat menyantap makanan lezat.
Gerai ini menawarkan variasi rasa yang cukup beragam untuk memanjakan lidah para pengunjung. Tersedia sekitar 18 pilihan rasa mulai dari pistachio, triple chocolate, hingga salted butter caramel.
Daftar harga dan varian menu di EM Gelato:
| Kategori Layanan | Keterangan Detail |
|---|---|
| Harga Mulai Dari | Rp38.000 per cup |
| Jumlah Porsi | Dua scoop es krim |
| Varian Rasa | Tersedia 18 pilihan rasa berbeda |
| Target Pasar | Anak muda dan kelas menengah bawah |
Tabel di atas merangkum strategi harga yang diterapkan EM Gelato untuk tetap kompetitif di pasar. Joshua menjelaskan bahwa branding mereka memang dirancang agar bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
Faktor kenyamanan akses transportasi juga dianggap sebagai pendorong utama ramainya Blok M. Keberadaan halte TransJakarta, stasiun MRT Blok M, serta Taman Literasi memudahkan mobilisasi pengunjung, terutama para pekerja kantoran.
Kondisi tata ruang Blok M saat ini dinilai jauh lebih rapi dan terorganisir dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Joshua menyebutkan bahwa hilangnya banyak parkir liar membuat suasana menjadi jauh lebih nyaman bagi pejalan kaki.
Namun, popularitas yang meningkat pesat ini juga membawa tantangan berupa persaingan bisnis yang semakin ketat. Kehadiran banyak merek baru yang viral membuat ceruk pasar pengunjung menjadi semakin terbagi-bagi.
Hari libur dan akhir pekan masih menjadi periode emas bagi para pedagang karena jumlah pengunjung yang melonjak drastis. Bahkan pada momen besar seperti Natal atau Lebaran, antrean pelanggan bisa membludak hingga keluar area toko.
Untuk tetap bertahan dalam persaingan, Joshua menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan bagi setiap pelaku usaha. Menghadirkan sesuatu yang unik adalah kunci utama untuk membangkitkan rasa penasaran masyarakat dan menjaga keberlangsungan bisnis.