FEB UIN Jakarta Gelar Konsinyering untuk Perkuat Tata Kelola

FEB UIN Jakarta Gelar Konsinyering untuk Perkuat Tata Kelola
Foto: Ilustrasi FEB UIN Jakarta Gelar Konsinyering untuk Perkuat Tata Kelola.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan konsinyering intensif di Bogor pada 20-22 Mei 2026 guna meningkatkan tata kelola institusi dan mutu akademik, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas yang meliputi Dekan FEB Ibnu Qizam, para Wakil Dekan, hingga seluruh Ketua serta Sekretaris Program Studi di lingkungan FEB UIN Jakarta.

Sinergi, penyesuaian standar global, serta disiplin operasional menjadi poin penting yang ditekankan oleh Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat membuka agenda tersebut secara langsung.

"Kehadiran lengkap para Wakil Dekan serta unsur prodi, menjadi bukti komitmen kuat fakultas, untuk merumuskan langkah strategis ke depan secara komprehensif," ujar Ibnu.

Pihak fakultas mengundang Board of Directors MBA FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Amin Wibowo, sebagai pakar manajemen dan akademisi untuk memperdalam strategi pengelolaan berstandar internasional.

Amin Wibowo menyampaikan materi mengenai pengalaman MBA FEB UGM sebagai tolok ukur strategis, mengingat program tersebut menempati peringkat pertama di Indonesia dan posisi ke-30 Asia versi QS Global MBA Rankings 2026.

Terdapat tujuh pilar utama keberlanjutan reputasi sekolah bisnis yang dipaparkan, mulai dari otonomi tata kelola, kejelasan posisi institusi, akreditasi internasional, kombinasi pengajar, seleksi mahasiswa, diversifikasi dana, hingga jaringan alumni.

"Akreditasi global seperti AACSB bukan sekadar piagam hiasan di tembok, atau alat marketing. Ia merupakan sebuah disiplin operasional, yang memaksa institusi untuk terus mengukur, mengevaluasi, dan memperbaiki kualitas mutunya secara berkelanjutan," kata Amin.

Melalui forum ini, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merumuskan diferensiasi utama serta memperkuat ekosistem kurikulum untuk mengantisipasi disrupsi digital masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi