DJP Sosialisasi Coretax Terbaru, Mahasiswa Diajak Lapor SPT Tahunan Tanpa Ribet 2026

DJP Sosialisasi Coretax Terbaru, Mahasiswa Diajak Lapor SPT Tahunan Tanpa Ribet 2026
Foto: DJP Sosialisasi Coretax Terbaru, Mahasiswa Diajak Lapor SPT Tahunan Tanpa Ribet 2026. (Illustration by Pexels)

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sidoarjo Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menyebarluaskan wawasan perpajakan kepada generasi muda. Melalui inisiatif bertajuk Tax Goes To Campus (TGTC), otoritas pajak merangkul kalangan akademisi di wilayah Sidoarjo.

Acara edukasi berskala kampus ini diselenggarakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) pada tanggal 7 Mei 2026. Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah memperkenalkan sistem administrasi perpajakan terbaru yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Penyuluh Pajak dari KPP Pratama Sidoarjo Utara, Devi Damasantika, hadir sebagai salah satu pembicara kunci untuk membedah sistem Coretax DJP. Dalam sesinya, Devi memberikan penjelasan mendalam mengenai berbagai aspek teknis yang ada di dalam platform modern tersebut.

Topik utama yang dibahas oleh tim penyuluh meliputi:

  • Prosedur aktivasi akun bagi pengguna baru di sistem Coretax.
  • Tata cara permintaan kode otorisasi serta pengajuan sertifikat elektronik.
  • Eksplorasi fitur-fitur mutakhir yang tersedia untuk mempermudah pelaporan pajak.
  • Mekanisme pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan secara digital.

Penjelasan mengenai fitur-fitur tersebut sangat penting bagi mahasiswa agar mereka memahami cara kerja administrasi pajak masa depan. Hal ini mengingat sistem perpajakan di Indonesia terus mengalami transformasi digital yang cukup signifikan.

Devi menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis untuk beradaptasi dengan perubahan yang sedang berjalan. Menurutnya, pemahaman mengenai implementasi sistem coretax sangat krusial agar mahasiswa siap menghadapi dinamika dunia kerja dan bisnis di masa kini.

Senada dengan hal itu, Antonius Atet Wiyono yang juga bertindak sebagai penyuluh pajak, menyoroti pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah. Kolaborasi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada para calon wajib pajak masa depan.

Pihak KPP Pratama Sidoarjo Utara berharap agar melalui kegiatan edukasi ini, para mahasiswa mampu memahami lebih jauh mengenai sistem administrasi modern di Indonesia. Penguasaan materi mengenai Coretax DJP diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat bagi para peserta.

Sebagai informasi tambahan mengenai sistem Coretax DJP:

  • Sistem Coretax DJP saat ini tercatat telah diaplikasikan selama lebih dari satu tahun terakhir.
  • Platform ini diproyeksikan menjadi kanal utama untuk pelaporan SPT Tahunan mulai tahun pajak 2025.
  • Integrasi data dalam sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi perpajakan nasional.
  • Wajib pajak diharapkan dapat melakukan pemenuhan kewajiban secara mandiri dengan lebih mudah melalui sistem ini.

Kehadiran sistem Coretax merupakan langkah maju dalam menyederhanakan proses administratif yang sebelumnya dianggap rumit oleh masyarakat. Dengan adanya pelatihan langsung di kampus, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mengedukasi masyarakat sekitar.

Selain memberikan materi edukasi, KPP Pratama Sidoarjo Utara juga memanfaatkan momen ini untuk memberikan apresiasi kepada pihak kampus. Richardus Patmodjo Hernugroho selaku Kepala Seksi Pelayanan menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung.

Richardus memberikan penghargaan tinggi kepada para Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) yang berasal dari lingkungan Unusida. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan oleh para relawan mahasiswa selama ini.

Kontribusi nyata yang telah diberikan oleh para relawan meliputi:

  • Pemberian asistensi langsung kepada masyarakat dalam melaporkan SPT Tahunan.
  • Membantu wajib pajak dalam menyelesaikan berbagai kendala teknis saat menggunakan aplikasi DJP.
  • Mendukung kelancaran layanan perpajakan selama periode sibuk Januari hingga April 2026.
  • Menjadi jembatan komunikasi antara kantor pajak dengan masyarakat umum di lapangan.

Kontribusi para Renjani Unusida dipandang sebagai bentuk nyata dari pengabdian masyarakat dalam bidang perpajakan. Bantuan mereka dinilai sangat membantu para wajib pajak yang masih mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pajaknya.

Richard menambahkan bahwa kehadiran relawan mahasiswa telah memberikan dampak positif pada tingkat kepatuhan dan kenyamanan wajib pajak. Ia berharap semangat kolaborasi ini terus berlanjut guna menciptakan ekosistem perpajakan yang lebih baik di Sidoarjo.

Kegiatan TGTC ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang memperlihatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi mencakup berbagai skenario nyata dalam pelaporan pajak serta bagaimana Coretax menangani data wajib pajak secara aman.

Melalui inisiatif berkelanjutan ini, KPP Pratama Sidoarjo Utara optimis bahwa kesadaran pajak di kalangan generasi Z akan terus meningkat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pembayar pajak yang taat, tetapi juga motor penggerak literasi keuangan di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi