Disdik DKI Jakarta Tegaskan Pengawasan Tawuran Merupakan Tanggung Jawab Kolektif

Disdik DKI Jakarta Tegaskan Pengawasan Tawuran Merupakan Tanggung Jawab Kolektif
Foto: Ilustrasi Disdik DKI Jakarta Tegaskan Pengawasan Tawuran Merupakan Tanggung Jawab Kolektif.

Pihak sekolah tidak bisa memikul sendiri beban persoalan tawuran pelajar yang marak terjadi. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan pengawasan terhadap anak memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga, lingkungan masyarakat, hingga media secara kolektif.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Senin (25/5), sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Langkah penanganan ini ditekankan karena mayoritas aksi tawuran antarpelajar justru berlangsung di luar jam operasional sekolah.

"Kalau tawuran ini ada di jam 18.00, itu kan berarti anaknya sudah dari rumah. Jadi semua punya tanggung jawab," ujar Nahdiana, Kepala Disdik DKI Jakarta.

Upaya sinkronisasi saat ini sedang berjalan untuk mengorkestrasi berbagai elemen pendidikan dan sosial. Disdik DKI Jakarta mengambil langkah ini agar waktu luang para siswa tidak terbuang tanpa arah yang berpotensi memicu tindakan negatif.

Integrasi dan keterhubungan pola pengawasan wajib dilakukan mulai dari lingkungan rumah, institusi sekolah, hingga area tempat tinggal. Warga setempat juga diminta memperlihatkan kepedulian dengan menegur anak-anak yang masih berkeliaran pada jam-jam rawan.

"Misalnya anak keluar, terus dari lingkungannya nyapa ÔÇÿmau ke mana?ÔÇÖ paling enggak kan dia ewoh pakewoh," kata Nahdiana, Kepala Disdik DKI Jakarta.

Sinergi yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat diharapkan mampu mendongkrak efektivitas sistem pemantauan anak. Pembenahan ini ditujukan agar celah aktivitas negatif bagi pelajar dapat diminimalkan semaksimal mungkin.

"Nah kalau ini kita orkestrasi dengan baik, maka anak-anak kita itu tidak punya ruang kosong atau ruang hampa," tutur Nahdiana, Kepala Disdik DKI Jakarta.

Munculnya fenomena saling tuduh yang langsung menyudutkan institusi pendidikan setiap kali insiden tawuran pecah sangat disayangkan oleh pihak Disdik. Pembentukan karakteristik positif pada diri anak sejatinya tetap menjadi tanggung jawab bersama.

Masyarakat diharapkan memperluas sudut pandang dalam melihat akar permasalahan ini secara menyeluruh ke depan. Respons publik tidak boleh hanya terpaku pada penilaian terhadap kinerja lembaga pendidikan formal.

"Kalau ditanya orang tuanya siapa, lingkungan mana, sekolahnya di mana, kayaknya semua akan care," pungkas Nahdiana, Kepala Disdik DKI Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi