RS Dharma Nugraha Gunakan Teknologi Retina Mata Deteksi Jantung

RS Dharma Nugraha Gunakan Teknologi Retina Mata Deteksi Jantung
Foto: Ilustrasi RS Dharma Nugraha Gunakan Teknologi Retina Mata Deteksi Jantung.

Rumah Sakit Dharma Nugraha di Jakarta memperkenalkan teknologi pemindaian retina berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi risiko penyakit jantung pada Selasa (21/4/2026). Inovasi medis ini memungkinkan identifikasi gangguan kardiovaskular secara non-invasif tanpa prosedur radiologi yang rumit.

Metode pemeriksaan dilakukan dengan mengambil gambar retina pasien menggunakan perangkat khusus yang kemudian dianalisis oleh sistem Dr Noon CVD secara cepat. Sebagaimana dilansir dari Lifestyle, retina merupakan satu-satunya bagian tubuh yang memperlihatkan pembuluh darah secara langsung tanpa tindakan pembedahan.

Director Dr Noon Indonesia, Egtheasavianca menjelaskan bahwa penggunaan AI mempercepat kemajuan medis dalam mendeteksi profil pembuluh darah. Teknologi ini menggunakan basis data yang luas untuk membandingkan kondisi mata dengan riwayat kesehatan jantung pasien.

"Kami memiliki database jutaan foto retina yang dikombinasikan dengan data kondisi kesehatan pasien, termasuk hasil pemeriksaan jantung. Dari sini, AI menganalisis profil pembuluh darah di mata, apakah ada penyempitan, penebalan, pelebaran, atau kelainan lainnya, untuk mendeteksi penyakit jantung dan mata," kata Egtheasavianca, Director Dr Noon Indonesia.

Egtheasavianca mengklaim tingkat akurasi teknologi ini setara dengan standar CT-CAC namun dengan waktu proses yang jauh lebih singkat yakni sekitar tiga menit. Selain bebas radiasi, layanan ini dinilai lebih terjangkau bagi pasien yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Pihak manajemen rumah sakit menegaskan komitmennya dalam memperkuat fasilitas kesehatan melalui ketersediaan layanan yang komprehensif bagi masyarakat. Langkah ini mencakup penguatan unit gawat darurat dan spesialisasi penunjang lainnya.

"Ketersediaan layanan medis yang komprehensif menjadi indikator penting dalam menilai kualitas sebuah fasilitas kesehatan," ujar Dinawati Tjindarbumi, Direktur sekaligus pemilik rumah sakit Sekar Dewi.

Rumah Sakit Dharma Nugraha kini telah menyediakan berbagai poli spesialis mulai dari penyakit dalam hingga saraf untuk mendukung diagnosis dini. Rencana pengembangan ke depan mencakup pendirian Family Dental Center guna melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah ada.

Artikel terkait

Rekomendasi