Besaran dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) menjadi indikator utama dalam mengukur kekuatan dan tingkat kepercayaan nasabah terhadap sebuah perusahaan manajer investasi (MI). Dana yang besar memberikan posisi tawar yang kuat bagi MI untuk bernegosiasi serta keleluasaan dalam menempatkan investasi ke berbagai instrumen internasional.
Dilansir dari Investortrust, kepiawaian dalam menghasilkan imbal hasil, rekam jejak keamanan dana, dan kualitas pelayanan menjadi kriteria penting penilaian fund manager. Namun, volume dana yang dikelola tetap menjadi ukuran dominan untuk melihat pengaruh sebuah lembaga keuangan di pasar global maupun secara politik.
Hingga periode kuartal I-2023, BlackRock masih mengukuhkan posisinya sebagai manajer investasi nomor satu di dunia. Perusahaan yang berbasis di New York ini mencatatkan dana kelolaan mencapai US$ 9,09 triliun atau setara dengan Rp 136.350 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.000 per dolar AS.
BlackRock didirikan pada 1988 dan mulai melantai di bursa pada 1999, dengan produk iShares yang mendominasi pasar ETF. Baru-baru ini, perusahaan semakin memperkuat posisinya di Timur Tengah dengan menunjuk CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, ke dalam jajaran dewan direksi.
Menyusul di posisi kedua, Vanguard Group mengelola dana sebesar US$ 7,25 triliun dengan spesialisasi strategi investasi pasif. Vanguard dikenal karena kebijakan rasio biaya yang rendah dan layanan perencanaan keuangan yang luas bagi para investornya.
Fidelity Investments menempati urutan ketiga dengan total aset kelolaan sebesar US$ 3,88 triliun. Perusahaan ini mengelola portofolio bagi lebih dari 30 juta pelanggan melalui platform online dan pernah melakukan gebrakan reksa dana dengan rasio biaya nol pada tahun 2018.
| Peringkat | Nama Perusahaan | Dana Kelolaan (US$) |
|---|---|---|
| BlackRock | 9,09 Triliun | Vanguard Group |
| 7,25 Triliun | Fidelity Investments | 3,88 Triliun |
| State Street Global Advisors | 3,6 Triliun | Morgan Stanley |
| 3,13 Triliun | JPMorgan Chase | 3 Triliun |
| Goldman Sachs | 2,67 Triliun | Credit Agricole |
| 2,66 Triliun | Allianz Group | 2,36 Triliun |
Profil Institusi Pengelola Aset Terkemuka
State Street Global Advisors yang berpusat di Boston mengelola investasi senilai US$ 3,6 triliun untuk berbagai klien institusional. Nasabah mereka mencakup organisasi nirlaba, asosiasi pendidikan, hingga pemerintah daerah.
Morgan Stanley, yang memiliki sejarah panjang di Wall Street sejak 1935, kini mengelola dana sebesar US$ 3,13 triliun. Perusahaan ini telah melakukan ekspansi besar, termasuk akuisisi platform E*TRADE pada akhir tahun 2020.
JPMorgan Chase dan Goldman Sachs juga menunjukkan taringnya dalam bisnis manajemen aset di samping peran utama mereka sebagai bank investasi. JPMorgan mengelola sekitar US$ 3 triliun, sementara Goldman Sachs melayani klien korporasi hingga pemerintah dengan dana kelolaan US$ 2,67 triliun.
Di Eropa, Credit Agricole mencatatkan dana sebesar US$ 2,66 triliun. Sementara itu, Allianz Group dari Jerman mengoperasikan dua divisi utama, yaitu Allianz Global Investors dan PIMCO, yang masing-masing mengelola aset pihak ketiga sebesar US$ 2,36 triliun dan US$ 1,8 triliun.