Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadwalkan peluncuran dua satelit baru, Nusantara Earth Observation (NEO-1) dan Nusantara Equatorial IoT (NEI), pada awal 2027 untuk memperkuat penguasaan teknologi antariksa nasional. Pengumuman ini disampaikan dalam forum Apsat 2026 International Conference di Jakarta pada Selasa (12/5/2026).
Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa kedua satelit tersebut dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan pengamatan Bumi dan pemantauan wilayah maritim Indonesia. Selain itu, satelit ini akan menyediakan layanan Internet of Things (IoT) di seluruh wilayah kepulauan, sebagaimana dilansir dari Teknologi.
ÔÇ£Ke depan, BRIN tengah mempersiapkan satelit Nusantara Earth Observation atau NEO-1 dan satelit Nusantara Equatorial IoT (NEI), yang keduanya direncanakan meluncur pada awal 2027,ÔÇØ ujar Arif Satria, Kepala BRIN.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu memberikan dukungan data yang lebih akurat untuk berbagai sektor strategis di tanah air. Arif menekankan bahwa pengembangan infrastruktur ruang angkasa sangat krusial bagi kemandirian bangsa di masa depan.
ÔÇ£Dalam teknologi, kedaulatan bukanlah kepemilikan. Kedaulatan adalah penguasaan,ÔÇØ kata Arif Satria, Kepala BRIN.
Visi kedaulatan ini muncul sebagai respons atas tingginya ketergantungan Indonesia pada teknologi luar negeri meskipun telah mengoperasikan satelit sejak 1976. Saat ini, enam satelit telekomunikasi geostasioner yang digunakan Indonesia merupakan produk buatan mancanegara.
Pengembangan NEO-1 dan NEI sendiri berpijak pada rekam jejak riset domestik, mulai dari LAPAN-A1 pada 2007 hingga keberhasilan Surya Satellite-1 pada 2022. Sektor kedirgantaraan juga menunjukkan tren ekonomi positif dengan pertumbuhan pendapatan konektivitas satelit mencapai 12,5% secara tahunan pada kuartal I/2026.
Dukungan regulasi juga telah diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2023 dan KBLI 2025 yang kini memasukkan manufaktur satelit sebagai sektor bisnis resmi. Langkah ini sejalan dengan rencana pembangunan bandar antariksa di Pulau Biak yang dinilai strategis untuk pasar regional.
Target jangka panjang pemerintah adalah membuka potensi ekonomi antariksa sepenuhnya pada 2045 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional. BRIN saat ini terus bersinergi dengan kementerian terkait dan Bappenas untuk merumuskan rencana aksi konkret guna memastikan Indonesia menjadi pemimpin ekonomi antariksa global.