Biaya Liburan Warga Amerika Serikat Pecahkan Rekor 23 Tahun

Biaya Liburan Warga Amerika Serikat Pecahkan Rekor 23 Tahun
Foto: Ilustrasi Biaya Liburan Warga Amerika Serikat Pecahkan Rekor 23 Tahun.

Warga Amerika Serikat mencatatkan rekor pengeluaran perjalanan tertinggi dalam 23 tahun terakhir pada tiga bulan pertama tahun 2026 meskipun sedang menghadapi tekanan inflasi. Dilansir dari Detik Travel pada Rabu (29/4/2026), rata-rata biaya per perjalanan kini mencapai 7.257 USD atau sekitar Rp 116 juta.

Data dari marketplace asuransi perjalanan Squaremouth menunjukkan adanya kenaikan biaya sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini juga tercatat lebih mahal 1.250 USD jika dikomparasikan dengan rata-rata pengeluaran pada periode 2017 hingga 2020.

Peningkatan biaya ini dipicu oleh perubahan perilaku wisatawan yang lebih memilih perjalanan berbasis pengalaman seperti pelayaran ekspedisi dan safari. Selain itu, meluasnya tren wisata mewah turut berkontribusi signifikan terhadap pembengkakan anggaran liburan tersebut.

Kenaikan harga bahan bakar akibat konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026 juga memberi tekanan besar. International Air Transport Association melaporkan harga bahan bakar jet di Amerika Utara melonjak hampir dua kali lipat sejak konflik pecah.

Sektor penerbangan menjadi pihak yang paling terdampak langsung oleh lonjakan harga bahan bakar tersebut. Setidaknya enam maskapai penerbangan, termasuk Delta Air Lines dan Southwest Airlines, telah menaikkan tarif bagasi sebesar 10 USD untuk menutupi biaya operasional.

"tarif tiket telah naik sekitar 15 hingga 20%" kata Scott Kirby, CEO United Airlines.

Penjelasan Kirby tersebut mengisyaratkan bahwa harga tiket pesawat diprediksi akan tetap tinggi mendekati musim liburan musim panas mendatang. Kondisi ini memaksa wisatawan untuk membuat pilihan sulit terkait akomodasi mereka.

Meskipun biaya melonjak, laporan Squaremouth menyebutkan bahwa 42 persen responden lebih memilih membatalkan rencana liburan daripada beralih ke maskapai atau penginapan berbiaya rendah. Fenomena ini kemudian mendorong peningkatan penggunaan utang untuk mendanai perjalanan.

Hasil survei NerdWallet pada Maret 2026 mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen wisatawan berencana meminjam uang demi tetap bisa berlibur. Dari total tersebut, sebanyak 23 persen menggunakan kartu kredit tanpa pelunasan langsung, 13 persen melalui penarikan tunai, dan 7 persen menggunakan pinjaman jangka pendek.

Risiko finansial mulai membayangi para pelancong ini karena akumulasi tagihan yang belum terselesaikan. Data menunjukkan sekitar 35 persen wisatawan yang membiayai perjalanan mereka pada tahun 2025 dengan kartu kredit masih memiliki sisa tagihan hingga saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi