Pemerintah kota Berlin di Jerman meluncurkan kampanye wisata ramah lingkungan bernama BerlinPay yang menawarkan voucher liburan gratis bagi turis yang bersedia memungut sampah pada Minggu (19/4/2026). Program inovatif ini bertujuan menekan angka polusi ruang publik sekaligus menghargai perilaku berkelanjutan para wisatawan secara nyata.
Pengembangan inisiatif ini mengadopsi model serupa yang telah sukses di Kopenhagen untuk mendorong partisipasi aktif pendatang dalam menjaga kebersihan kota. Dilansir dari Detik Travel, para peserta akan mendapatkan imbalan berupa akses ke museum, restoran, hingga berbagai pengalaman khusus di ibu kota Jerman tersebut sebagai bentuk apresiasi.
Pihak otoritas pariwisata Visit Berlin saat ini tengah melakukan kurasi terhadap mitra penyedia layanan yang mampu memberikan imbalan sepadan dengan kontribusi para wisatawan. Fokus utama kolaborasi ditujukan kepada lembaga yang bersentuhan dengan lanskap perairan Berlin, mulai dari operator olahraga air, penyedia transportasi, hingga lembaga budaya dan pendidikan.
"fleksibel, mulai dari tambahan kecil hingga promosi khusus" ujar perwakilan Visit Berlin dalam mendeskripsikan jenis penawaran yang akan tersedia bagi para partisipan di situs resminya.
Langkah ini diambil di tengah tantangan peningkatan volume sampah yang signifikan di Berlin, di mana biaya pembersihan sampah ilegal melonjak hingga 13,1 juta euro pada tahun lalu. Sebelumnya, angka pembersihan pada tahun sebelumnya tercatat berada di kisaran 10,3 juta euro menurut data dinas kebersihan kota.
Selain program apresiasi, pemerintah setempat juga memperketat aturan melalui penalti finansial yang berat bagi para pelanggar. Pembuangan sampah ilegal dalam skala besar kini terancam denda mulai dari 1.500 euro hingga 11.000 euro, sementara kategori sampah berbahaya dapat dikenakan sanksi mencapai 15.000 euro.
Skema BerlinPay ini diharapkan mampu menyamai kesuksesan program CopenPay di Denmark yang telah berjalan sejak 2024. Berdasarkan data Wonderful Copenhagen, program tersebut berhasil mendorong 70 persen wisatawan untuk menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dan meningkatkan partisipasi turis dari 5.000 orang menjadi 25.000 orang dalam satu musim panas.