Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengeluarkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyusul terjadinya kemerosotan harga yang signifikan di luar kebiasaan pada Senin (11/5/2026).
Langkah ini diambil oleh otoritas bursa sebagai upaya perlindungan bagi para investor di pasar modal. Dilansir dari Investor Daily, pengumuman tersebut menyoroti pola pergerakan harga saham emiten energi terbarukan ini yang terus mengalami tekanan jual dalam beberapa periode terakhir.
"Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang di luar kebiasaan (unusual market activity)," kata pengumuman BEI.
Pihak bursa menegaskan bahwa penetapan status pemantauan ini merupakan prosedur standar untuk memberikan informasi kepada publik. Meskipun demikian, penetapan ini tidak secara otomatis menjadi indikasi bahwa emiten tersebut telah melakukan pelanggaran terhadap regulasi yang berlaku.
"BEI menekankan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," kata pengumuman BEI.
Data perdagangan menunjukkan nilai saham BREN merosot 7,56 persen ke level Rp 3.790 pada penutupan perdagangan awal pekan. Penurunan ini memperpanjang tren negatif setelah sebelumnya saham tersebut juga turun masing-masing 3,53 persen dan 11,83 persen, dengan akumulasi penurunan sekitar 60 persen sepanjang tahun berjalan.
Di sisi lain, komposisi kepemilikan saham perusahaan menunjukkan perubahan berdasarkan laporan registrasi per 30 April 2026. Jumlah pemegang saham tercatat meningkat menjadi 34.288 pihak dari posisi sebelumnya yang sebanyak 29.147 pihak.
Namun, porsi kepemilikan dua pemegang saham utama justru terpantau menyusut tipis. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) kini memegang 64,637 persen saham, sementara Green Era Energy Pte Ltd mencatatkan kepemilikan sebesar 22,665 persen.
Tekanan terhadap harga saham BREN ini terjadi bertepatan dengan rencana pengumuman hasil tinjauan indeks global oleh MSCI pada 12 Mei 2026. Sebelumnya, sentimen negatif telah membayangi saham ini sejak pengumuman MSCI pada 20 April 2026 yang mengidentifikasi adanya konsentrasi kepemilikan tinggi pada sekuritas tersebut.