Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi meluncurkan program Liquidity Provider (LP) sebagai strategi untuk mengatasi masalah likuiditas yang kronis di pasar domestik. Langkah ini diambil untuk memperkecil jarak antara harga penawaran beli dan jual (bid-ask spread) serta meningkatkan proses pembentukan harga.
Kebijakan baru ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pasar modal Jakarta di tingkat regional. Program tersebut resmi memulai sesi perdananya dengan menggandeng broker lokal, Phintraco Sekuritas, sebagai pelopor penyedia kuotasi dua arah secara berkelanjutan.
Dikutip dari Investortrust, pasar saham Jakarta selama bertahun-tahun menghadapi tantangan celah likuiditas. Kondisi ini menyebabkan banyak saham berkapitalisasi menengah (mid-cap) yang solid mengalami bid-ask spread lebar sehingga menahan masuknya investor institusi.
Melalui kehadiran penyedia likuiditas resmi, BEI berupaya menciptakan kedalaman pasar seperti yang jamak ditemukan di pasar maju Singapura atau Hong Kong. Langkah strategis ini menjadi bagian penting dalam memangkas biaya transaksi sekaligus menjaga agar order beli atau jual dalam volume besar tidak memicu fluktuasi harga yang tidak rasional.
Phintraco Sekuritas telah memulai program ini pada 20 April dengan menyediakan likuiditas untuk lima saham potensial dari berbagai sektor. Saham tersebut meliputi PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menekankan pentingnya langkah struktural ini dalam acara peluncuran di gedung bursa.
"Asosiasi aktif dari anggota bursa sebagai liquidity provider merupakan elemen vital dalam meningkatkan likuiditas dan kualitas penemuan harga," kata Irvan Susandy pada Senin.
Dia menambahkan bahwa target utama dari program ini akan memberikan keuntungan langsung bagi investor ritel.
"Hal ini akan dicapai melalui penyempitan spread bid-ask dan meningkatkan kedalaman pasar," ujar Irvan Susandy.
Guna menjaga keberlanjutan program, BEI telah memperbarui kerangka kebijakan pada 26 Februari lalu. Revisi tersebut mencakup skema insentif yang lebih fleksibel serta perluasan daftar saham yang memenuhi syarat untuk meminimalkan risiko broker saat menahan inventaris saham.
Mandiri Sekuritas, yang merupakan perusahaan sekuritas di bawah naungan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dikabarkan telah mengantongi izin untuk bergabung dalam program ini. Otoritas bursa saat ini juga sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa anggota bursa utama lainnya untuk memperluas jaringan partisipan.
"BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas dalam mendukung program ini," tutur Irvan Susandy.
"Kami berharap langkah ini dapat menjadi katalis bagi anggota lain untuk berpartisipasi, sehingga ekosistem perdagangan kita menjadi semakin likuid, kredibel, dan kompetitif dalam skala global," kata Irvan Susandy.
Melalui peresmian peran liquidity provider, Indonesia memberikan sinyal kesiapan untuk bergerak melampaui status pasar berkembang. Peningkatan kualitas penemuan harga menjadi syarat utama bagi strategi perdagangan canggih yang kerap digunakan oleh dana lindung nilai (hedge fund) internasional dan manajer investasi dana pensiun global.
Otoritas BEI berencana menggelar evaluasi berkelanjutan terhadap program ini secara berkala. Penyesuaian insentif akan diselaraskan dengan dinamika pasar guna memastikan saham-saham yang sebelumnya stagnan mendapatkan visibilitas yang dibutuhkan agar dapat ditransaksikan secara lebih efisien.