Bantuan Pangan Beras Diperpanjang, Bulog Pastikan Penyaluran 2026 Cepat Cair dan Resmi ke Warga

Bantuan Pangan Beras Diperpanjang, Bulog Pastikan Penyaluran 2026 Cepat Cair dan Resmi ke Warga
Foto: Bantuan Pangan Beras Diperpanjang, Bulog Pastikan Penyaluran 2026 Cepat Cair dan Resmi ke Warga. (Illustration by Pexels)

Perum Bulog kini fokus mempercepat penyaluran bantuan pangan setelah pemerintah memutuskan memperpanjang tenggat waktu distribusi hingga Juni 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan semua penerima manfaat memperoleh alokasi bantuan yang tepat. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan kebahagiaannya atas perpanjangan waktu ini karena penyaluran bantuan sebelumnya belum sepenuhnya terealisasi.

Awalnya, Bulog memiliki batas waktu hingga 31 Mei 2026 untuk mendistribusikan bantuan pangan untuk periode Februari-Maret. Namun dengan tambahan waktu ini, diharapkan tingkat penyaluran dapat mencapai 100 persen sehingga seluruh penerima manfaat mendapatkan bagian mereka secara maksimal.

Rizal menjelaskan stok beras pemerintah dalam posisi aman dengan jumlah sekitar 5,3 juta ton. Stok ini tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga mendukung kelancaran program bantuan pangan berupa beras dan Minyakita kepada masyarakat.

Hingga 29 Mei 2026, Bulog berhasil mendistribusikan bantuan mencapai 47 persen dari target 33,2 juta penerima. Ini termasuk penyaluran 308 ribu ton beras dan 62 ribu ton Minyakita. Rizal menyatakan bahwa penundaan distribusi ini terjadi karena kendala administratif dan bertepatan dengan bulan Ramadhan serta Idul Fitri 1447 Hijriah.

Faktor lain yang menghambat percepatan distribusi adalah terbatasnya pasokan minyak goreng dari skema domestic market obligation (DMO). Oleh karena itu, distribusi diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri.

Selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bulog berfokus menjaga kestabilan harga dan ketersediaan komoditas untuk mengendalikan inflasi. Rizal juga menekankan bahwa stok minyak goreng yang terbatas, yakni 35 persen dari skema DMO, membuat prioritas distribusi tertuju pada kebutuhan selama momen tersebut.

Ke depannya, Bulog berencana mempercepat proses distribusi bantuan pangan sesuai arahan pemerintah. Ini dilakukan untuk memastikan bantuan mencapai masyarakat yang membutuhkan secara optimal. Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah mengumumkan penundaan distribusi bantuan pangan hingga Juni 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, membenarkan keputusan perpanjangan ini diambil dalam rapat koordinasi teknis di Kemenko Perekonomian. Implementasi program bantuan pangan diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas harga pangan, termasuk komoditas minyak goreng. Bapanas dan Bulog berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan pangan hingga Juni.

Ketut menambahkan bahwa penundaan pelaksanaan program bantuan pangan diperlukan sebagai instrumen untuk stabilisasi harga. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat penerima.

Artikel terkait

Rekomendasi