Sepuluh titik wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur pada Senin (4/5/2026) sore. Bencana luapan air ini dilaporkan berdampak pada lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK) di sejumlah kecamatan.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa air mulai naik ke pemukiman warga sekitar pukul 16.00 WIB. Dilansir dari Megapolitan, proses pendataan dan penanganan masih terus berlangsung hingga malam hari di lokasi terdampak.
Sejumlah kawasan mengalami genangan dengan level air yang sangat beragam di setiap titiknya. Hingga pukul 20.57 WIB, petugas di lapangan melaporkan bahwa beberapa wilayah pemukiman masih terisolasi oleh sisa genangan air.
"Ketinggian air bervariasi antara 15 sentimeter hingga mencapai 1 meter," ujar Penata Pelayanan Operasional Danton BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.
Kondisi paling parah tercatat melanda wilayah Ciputat Timur dan Pondok Aren. Di lokasi tersebut, kedalaman air yang mencapai satu meter memaksa warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah sembari menunggu air surut.
Berikut adalah rincian data titik banjir yang menghambat aktivitas warga di sebagian wilayah Tangerang Selatan:
| Lokasi Banjir | Tinggi Muka Air (TMA) | Jumlah Terdampak |
|---|---|---|
| Jalan Kayu Gede 1, Kelurahan Paku Jaya, Serpong Utara | 20-40 cm | 60 KK |
| Kampung Tembok bolong RT 06 RW 12, Rempoa, Ciputat Timur | 40-100 cm | 185 KK |
BPBD Kota Tangerang Selatan masih terus melakukan monitoring terhadap perkembangan debit air di lokasi-lokasi rawan lainnya. Penyiapan personel operasional tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi kenaikan tinggi muka air jika hujan kembali turun.