Bacaan Takbir Idul Adha 2026 Sesuai Sunnah, Versi Pendek dan Panjang yang Banyak Dicari

Bacaan Takbir Idul Adha 2026 Sesuai Sunnah, Versi Pendek dan Panjang yang Banyak Dicari
Foto: Bacaan Takbir Idul Adha 2026 Sesuai Sunnah, Versi Pendek dan Panjang yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)

Menjelang perayaan Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk memperbanyak lantunan takbir sebagai bentuk pemujaan kepada Allah SWT. Seruan "Allahu Akbar" yang berarti "Allah Maha Besar" menjadi simbol keagungan Tuhan sekaligus syiar agama yang menggema di berbagai masjid dan musala.

Kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan masyarakat Indonesia yang dikenal dengan sebutan malam takbiran, melainkan memiliki nilai ibadah yang sangat mendalam. Takbir berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Sang Pencipta selama setahun terakhir.

Selain mempererat kebersamaan antarumat, melantunkan takbir juga menjadi bagian dari rangkaian ibadah utama dalam menyambut hari raya kurban. Berdasarkan berbagai literatur Islam, terdapat dua jenis bacaan takbiran yang dapat diamalkan oleh setiap muslim.

Bacaan Takbiran Idul Adha Versi Singkat

Lafaz takbir yang singkat ini merupakan perpaduan antara kalimat takbir, tahlil (pengakuan keesaan Allah), serta tahmid (pujian kepada Allah). Versi ini paling umum digunakan oleh masyarakat karena mudah dihafal dan diucapkan secara berulang-ulang.

Berikut adalah bacaan takbir Idul Adha dalam versi pendek :

  • Bahasa Arab: اللهُ اكبَرْ، اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُو ِللهِ الحَمْد
  • Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar walillaah ilhamd.
  • Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

Bacaan di atas sering dikumandangkan secara serentak baik di masjid maupun selama perjalanan malam takbiran. Meski singkat, makna yang terkandung di dalamnya sangat kuat dalam mengagungkan asma Allah.

Bacaan Takbiran Idul Adha Versi Panjang

Bagi Anda yang ingin menyempurnakan pujian, tersedia pula lafaz takbir dalam versi yang lebih panjang. Bacaan ini mengandung doa dan pengakuan atas kekuasaan Allah yang lebih terperinci, termasuk pengakuan atas bantuan-Nya kepada para hamba dan tentara-Nya.

Berikut adalah lafaz takbir Idul Adha versi lengkap sesuai tuntunan :

  • Bahasa Arab: اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو kerihall munafiqun, walau karihal musyrikun, laa ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa a'azza jundahu, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallaahu wallahu Akbar. Allahu Akbar wa Lillaahil-hamd.
  • Latin: Allahu Akbar kabiiraa, walhamdulillaahi katsira, wa subhaanallahi bukrataw-wa ashillaa. Laa ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishina lahuddiin walau karihal kaafiruun, walau karihal munafiqun, walau karihal musyrikun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa a'azza jundahu, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallaahu wallahu Akbar. Allahu Akbar wa Lillaahil-hamd.
  • Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafik, dan musyrik membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke-Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah."

Versi panjang ini sering dibaca saat jeda di antara takbir singkat untuk memberikan kedalaman makna pada prosesi takbiran. Penggunaannya membantu jamaah untuk lebih meresapi kebesaran Allah melalui kalimat-kalimat pujian tersebut.

Waktu Mengumandangkan Takbir Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri, pelaksanaan takbir pada hari raya Idul Adha memiliki aturan waktu yang lebih panjang dalam kajian fiqih. Umat Islam perlu memahami perbedaan antara takbir Mursal dan takbir Muqayyad untuk melaksanakannya dengan tepat.

Tabel berikut menjelaskan perbedaan waktu pelaksanaan kedua jenis takbir tersebut :

Jenis Takbir Waktu Mulai Waktu Berakhir
Takbir Mursal Matahari terbenam pada malam Idul Adha Saat imam memulai salat Id
Takbir Muqayyad Waktu Subuh pada 9 Zulhijah (Hari Arafah) Waktu Asar pada 13 Zulhijah (Hari Tasyrik terakhir)

Takbir Mursal dapat dilakukan secara bebas kapan saja dan di mana saja, selama tidak sedang melaksanakan salat fardu. Sementara itu, Takbir Muqayyad memiliki kekhususan karena biasanya dibaca setiap kali selesai melaksanakan salat wajib lima waktu.

Dengan adanya klasifikasi waktu ini, gema takbir pada hari raya Idul Adha terasa lebih lama dan berkelanjutan. Rangkaian ibadah ini akan terus mengiringi umat muslim hingga berakhirnya hari-hari tasyrik, menjadikannya momentum refleksi spiritual yang mendalam.

Artikel terkait

Rekomendasi