Asia ESG Summit 2026 di Kuala Lumpur Dorong Akuntabilitas Praktik Keberlanjutan

Asia ESG Summit 2026 di Kuala Lumpur Dorong Akuntabilitas Praktik Keberlanjutan
Foto: Ilustrasi Asia ESG Summit 2026 di Kuala Lumpur Dorong Akuntabilitas Praktik Keberlanjutan.

Forum Asia ESG Summit kembali hadir pada tahun ini dengan mengusung tema "Driving Action to Measurable Impact". Agenda ini menitikberatkan pada pentingnya implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang mampu memberikan hasil nyata.

Perhelatan internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 21-22 Juli 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Acara tersebut bakal mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pelaku bisnis, regulator, pemegang kebijakan, hingga kalangan akademisi dan masyarakat sipil.

Dilansir dari Lestari, pertemuan tahun ini dirancang untuk memperkuat akuntabilitas dalam praktik keberlanjutan. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya ekspektasi publik agar penerapan ESG tidak sekadar menjadi komitmen di atas kertas.

Para peserta forum akan mengeksplorasi beragam pendekatan praktis dalam mengelola ESG. Isu-isu yang dibahas mencakup tata kelola yang dapat diaudit secara transparan serta strategi investasi yang berbasis pada hasil atau return on investment.

Selain itu, agenda ini juga difokuskan untuk meminimalisir risiko greenwashing dalam dunia usaha. Para ahli akan berbagi pandangan mengenai cara memastikan bahwa klaim keberlanjutan sebuah perusahaan benar-benar didukung oleh data yang akurat.

Tiga Fokus Forum Utama

Asia ESG Summit 2026 menghadirkan tiga pilar diskusi utama yang berjalan secara simultan. Ketiganya adalah ESG Governance and Data Assurance, Circular Economy, serta Green Climate and Energy.

Sektor tata kelola perusahaan, sirkularitas ekonomi, hingga ketahanan iklim menjadi poin penting yang dibedah dalam forum-forum tersebut. Salah satu pakar yang hadir adalah Associate Professor Dr. Chen Jit Ern dari Jeffrey Sachs Centre on Sustainable Development, Sunway University.

"Ketahanan iklim dan adaptasi, termasuk cara perusahaan mengidentifikasi risiko cuaca ekstrem, memperkuat aset dan infrastruktur, serta meningkatkan kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim," ujar Dr. Chen Jit Ern terkait topik yang akan dibawakannya.

Transformasi Pelaporan Menjadi Nilai Bisnis

Aspek lain yang menjadi sorotan adalah transformasi pelaporan ESG dan program dekarbonisasi menjadi nilai tambah bagi bisnis. Hal ini akan diulas oleh Dr. Allinnettes Go Adigue selaku Head of ASEAN Regional Hub dari Global Reporting Initiative.

Dr. Allinnettes dijadwalkan membahas kaitan erat antara transparansi data ESG dengan efisiensi operasional serta keunggulan kompetitif perusahaan di pasar global. Keterbukaan informasi dinilai mampu meningkatkan daya saing di mata investor.

Diskusi ini juga mencakup mitigasi risiko pelanggaran hak asasi manusia dalam rantai pasok global. Perusahaan dituntut untuk lebih responsif terhadap tekanan regulasi internasional yang semakin ketat mengenai standar etika kerja.

Tren Penilaian Berbasis Data di Asia

Perubahan tren global saat ini menunjukkan pergeseran dari komitmen sukarela menuju penilaian yang berbasis data dan dampak konkret. Fenomena ini memaksa perusahaan di kawasan Asia untuk lebih serius dalam mendokumentasikan setiap aksi keberlanjutan mereka.

Kawasan Asia memiliki tantangan unik seperti percepatan transisi energi dan kebutuhan akan investasi hijau yang masif. Melalui forum ini, negara-negara di Asia diharapkan dapat berbagi solusi dalam menghadapi tekanan iklim dan penguatan tata kelola organisasi secara kolektif.

Artikel terkait

Rekomendasi