PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp16,57 per saham bagi para investor. Keputusan ini diambil oleh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris pada Senin, 4 Mei 2026, guna menjaga daya tarik investasi perseroan di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Pengumuman pembagian keuntungan ini didasarkan pada pencapaian laba bersih perusahaan sepanjang periode tiga bulan pertama tahun 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 6 Mei 2026, pendanaan dividen tersebut sepenuhnya berasal dari kinerja keuangan kuartal I/2026.
Manajemen menjadwalkan batas akhir periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 18 Mei 2026, sementara ex dividen jatuh pada 19 Mei 2026. Pemegang saham yang berhak menerima pembayaran adalah mereka yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 20 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Proses pendistribusian dana ke rekening dana nasabah para pemegang saham melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) direncanakan berlangsung pada 29 Mei 2026. Seluruh pembayaran akan mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku, termasuk pengecualian bagi wajib pajak dalam negeri yang melakukan reinvestasi dividen di Indonesia.
Kinerja keuangan perseroan pada periode ini menunjukkan pertumbuhan positif dengan raihan pendapatan mencapai Rp763,18 miliar, dilansir dari Market. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 9,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di posisi Rp699,65 miliar.
Efisiensi pada beban pokok penjualan yang turun menjadi Rp430,27 miliar menjadi faktor utama melonjaknya laba bruto perusahaan hingga Rp332,90 miliar. Meski demikian, YUPI menghadapi tekanan biaya operasional akibat lonjakan biaya pemasaran dan promosi sebesar 80,9 persen untuk memperkuat posisi pasar.
Pada akhir kuartal I/2026, emiten produsen permen jeli ini membukukan laba periode berjalan sebesar Rp177,02 miliar. Perolehan tersebut tumbuh 5,86 persen secara tahunan dibandingkan laba kuartal I/2025 yang tercatat senilai Rp167,22 miliar.