Yayasan milik CEO Nvidia Jensen Huang menyalurkan donasi berupa layanan komputasi kecerdasan buatan (AI) senilai US$108,3 juta atau setara Rp1,7 triliun kepada berbagai universitas serta lembaga nonprofit. Langkah besar ini dilakukan melalui pembelian layanan dari perusahaan cloud computing CoreWeave.
Penyediaan infrastruktur teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan penelitian sains serta percepatan pengembangan AI secara global. Dilansir dari Sosok mengutip laporan Reuters pada Kamis (14/5/2026), Nvidia juga berkomitmen memberikan layanan rekayasa (engineering) tanpa biaya kepada sejumlah penerima hibah tersebut.
Hubungan bisnis antara Nvidia dan CoreWeave terlihat semakin solid pasca transaksi ini, mengingat CoreWeave merupakan penyedia layanan berbasis unit pemroses grafis (GPU) Nvidia. Sebelumnya, Nvidia telah menanamkan investasi sebesar US$2 miliar ke CoreWeave di awal tahun ini dan sempat menduduki posisi pemegang saham terbesar kedua.
Kedua perusahaan juga telah menyepakati kontrak kapasitas cloud senilai US$6,3 miliar pada tahun lalu yang memberikan hak bagi Nvidia untuk membeli kapasitas yang tidak terpakai. Strategi ini dianggap krusial dalam menjaga stabilitas pertumbuhan CoreWeave di tengah tingginya permintaan infrastruktur AI di pasar internasional.
Meski demikian, pola pendanaan ini menarik perhatian sejumlah pengamat yang menyoroti adanya potensi circular financing karena investasi dilakukan pada perusahaan yang menjadi konsumen chip mereka sendiri. Di saat bersamaan, CoreWeave mulai mengerek batas bawah proyeksi belanja modal akibat kenaikan harga komponen AI.
Kesuksesan Nvidia di bawah pimpinan Jensen Huang sejak 1993 telah mengubah perusahaan dari pengembang chip gaming menjadi raksasa teknologi AI dunia. Saat ini, GPU Nvidia menjadi komponen utama pada pusat data, superkomputer, hingga sistem kendaraan otonom di berbagai belahan dunia.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan Jensen Huang kini mencapai US$203,4 miliar atau sekitar Rp3.575 triliun, menempatkannya di peringkat ketujuh orang terkaya di dunia. Lonjakan harta tersebut bersumber dari kepemilikan saham Nvidia yang nilainya terus meroket seiring dominasi perusahaan dalam persaingan industri AI global bersama tokoh besar lainnya.