Yayasan Bill Gates Lepas 30 Juta Nyamuk Wolbachia di Kolombia

Yayasan Bill Gates Lepas 30 Juta Nyamuk Wolbachia di Kolombia
Foto: Ilustrasi Yayasan Bill Gates Lepas 30 Juta Nyamuk Wolbachia di Kolombia.

Yayasan Bill Gates memberikan dukungan pada program pelepasan 30 juta nyamuk setiap minggunya di Medellin, Kolombia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sains untuk menekan angka penularan penyakit berbahaya yang dibawa oleh serangga tersebut.

Para ilmuwan di fasilitas Medellin membiakkan jutaan nyamuk sebelum dilepaskan ke lingkungan sekitar. Meskipun terdengar tidak lazim, strategi ini bertujuan menghentikan penyebaran penyakit seperti demam berdarah, Zika, chikungunya, dan demam kuning, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Proyek yang dijalankan oleh Program Nyamuk Dunia ini menggunakan nyamuk yang membawa bakteri alami bernama Wolbachia. Bakteri tersebut berfungsi menghambat kemampuan virus untuk menyebar dari tubuh nyamuk ke manusia secara efektif.

Fasilitas di Medellin kini dikenal sebagai salah satu pusat pembiakan nyamuk terbesar secara global. Fokus utama para peneliti adalah mengembangkan spesies Aedes aegypti, yang menjadi vektor utama virus Zika dan demam berdarah.

Di dalam laboratorium dengan suhu yang terjaga ketat, tim peneliti mengawasi seluruh siklus hidup serangga mulai dari fase telur hingga dewasa. Keunggulan nyamuk ini terletak pada bakteri Wolbachia yang dimasukkan ke dalam telur nyamuk sejak dalam kondisi laboratorium.

Metode ini dipastikan bukan merupakan modifikasi genetik, melainkan penggunaan bakteri alami. Setelah nyamuk hasil biakan ini dilepaskan ke alam, mereka akan kawin dengan populasi lokal dan menyebarkan bakteri Wolbachia secara organik.

Efektivitas Penurunan Kasus Penyakit

Data menunjukkan bahwa semakin tinggi populasi nyamuk pembawa Wolbachia di suatu wilayah, maka risiko penularan virus ke manusia semakin menurun. Sejumlah negara telah melaporkan hasil positif dari implementasi teknologi biologi ini.

Di Indonesia, wilayah yang menjadi lokasi pelepasan nyamuk Wolbachia mencatat penurunan angka infeksi demam berdarah serta pengurangan pasien yang dirawat di rumah sakit. Hal serupa terjadi di Kolombia yang memulai program ini sejak tahun 2015.

Peneliti di Medellin melaporkan adanya penurunan tajam pada kasus demam berdarah di wilayah mereka. Para ilmuwan meyakini metode Wolbachia dapat menjadi instrumen krusial bagi negara-negara yang menghadapi ancaman penyakit tularan nyamuk setiap tahunnya.

Artikel terkait

Rekomendasi