Operator seluler XLSmart mengonfirmasi kesiapannya untuk mengikuti proses seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan segera dibuka oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Rabu, 15 April 2026. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kualitas layanan internet dan mengakselerasi perluasan jaringan 5G di berbagai wilayah Indonesia.
Kebutuhan spektrum tambahan tersebut dinilai krusial bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional jaringan. Dilansir dari Detik iNET, penambahan frekuensi ini ditujukan untuk melayani kebutuhan kapasitas data masyarakat yang terus meningkat seiring perkembangan teknologi telekomunikasi terbaru.
"Ya, kami berminat dan akan ikut serta dalam proses seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut," ujar Reza Mirza, Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart. Penegasan ini mengonfirmasi posisi perusahaan dalam kompetisi perebutan sumber daya terbatas pemerintah.
Hingga laporan kuartal ketiga 2025, XLSmart tercatat mengelola spektrum total sebesar 152 MHz yang melayani sekitar 79,6 juta pelanggan. Untuk penyediaan layanan 5G saat ini, operator tersebut baru memanfaatkan frekuensi 2300 MHz dengan lebar pita sebesar 40 MHz saja.
Reza menjelaskan bahwa frekuensi baru tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas layanan kepada publik. Hal ini termasuk upaya perusahaan dalam membangun penyediaan jaringan 5G blanket area secara lebih menyeluruh dan stabil bagi pengguna di tanah air.
Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya telah melakukan konsultasi publik sebelum membuka seleksi penggunaan kedua spektrum ini. Frekuensi 700 MHz menyediakan digital dividen sebesar 112 MHz pasca-penghentian siaran TV analog, di mana 90 MHz di antaranya dialokasikan untuk telekomunikasi.
Sementara itu, pita frekuensi 2,6 GHz memiliki keunggulan kapasitas dengan bandwidth tersedia mencapai 190 MHz. Spektrum mid-band ini menggunakan moda Time Division Duplex (TDD) dan merupakan salah satu ekosistem perangkat 4G serta 5G dengan dukungan perangkat terbanyak secara global.