PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mulai memanen hasil positif dari langkah penggabungan usaha atau merger yang telah dilakukan. Indikasi keberhasilan ini terlihat dari peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna atau ARPU serta efisiensi biaya operasional yang semakin membaik.
Dilansir dari Investor Daily, meskipun perseroan diperkirakan belum akan mencatatkan laba bersih pada tahun ini, proyeksi jangka panjang menunjukkan tren positif. EXCL diprediksi akan mulai membukukan keuntungan signifikan sebesar Rp3 triliun pada tahun 2027 mendatang.
Langkah integrasi yang dilalui emiten telekomunikasi ini sebelumnya menuntut pengeluaran yang sangat besar. Perseroan harus melewati fase berat dengan total biaya integrasi yang mencapai Rp2,35 triliun, yang memicu kerugian bersih sebesar Rp4,42 triliun pada tahun penuh 2025.
Namun, kondisi keuangan EXCL kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang stabil. Penurunan beban integrasi terlihat sangat drastis pada awal tahun 2026, yang menandakan selesainya fase berat dalam penyatuan operasional perusahaan.
Efisiensi Biaya di Tahun 2026
Data keuangan menunjukkan biaya integrasi menyusut tajam menjadi Rp28 miliar pada kuartal I-2026. Angka tersebut turun sangat signifikan jika dibandingkan dengan biaya pada kuartal IV-2025 yang sempat menyentuh angka Rp1,33 triliun.
Untuk keseluruhan tahun 2026, total biaya integrasi diestimasi akan menelan dana sebesar Rp1 triliun. Jumlah ini hanya separuh dari total biaya integrasi yang dikeluarkan perseroan sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp2,33 triliun.