WOM Finance Lebih Selektif Rilis Surat Utang di 2026, Strategi Jaga Keuangan Aman

WOM Finance Lebih Selektif Rilis Surat Utang di 2026, Strategi Jaga Keuangan Aman
Foto: WOM Finance Lebih Selektif Rilis Surat Utang di 2026, Strategi Jaga Keuangan Aman. (Illustration by Pexels)

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance kini mengambil langkah yang lebih waspada dalam menjalankan strategi pendanaannya. Perusahaan pembiayaan ini menyatakan akan jauh lebih selektif dalam menetapkan waktu serta struktur penerbitan surat utang di masa mendatang.

Keputusan strategis tersebut diambil agar setiap instrumen keuangan yang diterbitkan tetap selaras dengan dinamika pasar yang terus berubah. Langkah ini merupakan respons perusahaan terhadap kondisi ekonomi terkini yang penuh tantangan bagi industri keuangan.

Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa, menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak lepas dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate. Saat ini, BI Rate telah berada di level 5,25%, yang dibarengi dengan kenaikan yield atau imbal hasil obligasi.

Cincin mengakui bahwa kombinasi kedua faktor tersebut berpotensi memberikan tekanan yang cukup signifikan terhadap pasar obligasi korporasi sepanjang sisa tahun ini. Kondisi pasar yang fluktuatif menuntut perusahaan untuk memiliki perhitungan yang matang sebelum melepas surat utang ke publik.

Meskipun tekanan tersebut nyata, Cincin memperkirakan pasar obligasi korporasi secara umum masih akan menunjukkan aktivitas yang cukup dinamis. Namun, WOM Finance tetap memilih untuk memprioritaskan selektivitas guna menjaga stabilitas kinerja keuangan perusahaan.

Ia menekankan bahwa penentuan waktu (timing) dan struktur penerbitan merupakan kunci utama agar instrumen tersebut dapat diserap pasar dengan optimal. Pihaknya akan terus memantau pergerakan pasar secara intensif sebelum mengambil keputusan final terkait pendanaan melalui obligasi.

Sejumlah parameter utama yang menjadi bahan pertimbangan WOM Finance sebelum menerbitkan surat utang antara lain:

  • Pergerakan tingkat suku bunga acuan yang ditetapkan oleh bank sentral.
  • Besaran yield atau imbal hasil yang sedang berlaku di pasar saat ini.
  • Tingkat minat dan kepercayaan investor terhadap instrumen obligasi korporasi.
  • Kebutuhan modal kerja internal untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan.

Melalui pertimbangan matang atas faktor-faktor di atas, WOM Finance berharap dapat memperoleh efisiensi beban bunga yang tetap terkendali. Strategi ini diharapkan mampu menjaga kesehatan neraca keuangan perusahaan di tengah tren kenaikan biaya dana.

Hingga bulan Mei 2026, Cincin mengungkapkan bahwa WOM Finance telah berhasil mencatatkan nilai penerbitan obligasi mencapai Rp 1,5 triliun. Seluruh dana yang terkumpul dari aksi korporasi tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.

Terkait kondisi kupon obligasi saat ini, ia menyebutkan adanya kecenderungan pergerakan ke arah yang lebih tinggi. Tren kenaikan kupon ini sejalan dengan meningkatnya suku bunga acuan serta imbal hasil dari obligasi pemerintah yang menjadi acuan pasar.

Meski demikian, Cincin menilai kenaikan kupon pada obligasi korporasi masih terjadi secara bertahap dan relatif tidak drastis. Hal ini dikarenakan adanya mekanisme penyesuaian yang berlangsung secara alami di pasar obligasi korporasi di tanah air.

Langkah WOM Finance ini sejalan dengan tren industri multifinance yang secara umum masih cukup aktif dalam mencari pendanaan dari pasar modal. Kenaikan biaya dana tampaknya tidak menyurutkan minat perusahaan pembiayaan untuk menerbitkan surat utang sebagai sumber modal.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), aktivitas penerbitan surat utang di sektor multifinance memang menunjukkan tren positif. Hingga periode Mei 2026, total penerbitan surat utang dari sektor ini telah menembus angka belasan triliun rupiah.

Berikut adalah ringkasan data penerbitan surat utang pada sektor perusahaan pembiayaan:

Kategori Data Capaian per Mei 2026
Total Nilai Penerbitan Multifinance Rp 12,93 Triliun
Persentase Kenaikan (Year-on-Year) 19,3%
Nilai Penerbitan Tahun Sebelumnya (Mei 2025) Rp 10,84 Triliun
Kontribusi Tiga Emiten Terbesar 58,0% dari Total Pasar

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan suku bunga, pasar obligasi masih menjadi pilihan utama bagi perusahaan pembiayaan untuk mendapatkan likuiditas. Pertumbuhan sebesar 19,3% secara tahunan membuktikan resiliensi sektor ini dalam memanfaatkan instrumen pasar modal.

Pefindo juga memaparkan bahwa terdapat tiga pemain besar yang mendominasi perolehan dana dari surat utang hingga pertengahan tahun ini. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan emiten yang memiliki rekam jejak kuat dan basis investor yang luas.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), PT Federal International Finance (FIFGROUP), dan PT Indomobil Finance Indonesia. Masing-masing dari mereka tercatat telah menerbitkan surat utang dengan nilai mencapai Rp 2,50 triliun.

Jika dijumlahkan, total penerbitan dari ketiga perusahaan raksasa ini memberikan kontribusi yang dominan terhadap keseluruhan nilai penerbitan multifinance. Kondisi ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap perusahaan pembiayaan berskala besar di Indonesia.

Di sisi lain, WOM Finance tetap optimistis dalam memandang prospek bisnis ke depan, khususnya pada segmen pembiayaan modal kerja. Perusahaan yakin bahwa permintaan pasar akan tetap tumbuh meski dibayangi oleh ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Keyakinan ini juga didorong oleh performa bisnis lainnya, seperti penyaluran pembiayaan syariah yang sukses mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,8% pada kuartal I-2026. Selain itu, lini bisnis pembiayaan emas juga terus menunjukkan tren positif bagi portofolio perusahaan.

Hingga akhir Maret 2026, nilai pembiayaan emas di WOM Finance dilaporkan telah mencapai angka Rp 6 miliar. Pencapaian ini menjadi bukti diversifikasi produk yang dilakukan perusahaan mulai membuahkan hasil dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Dengan berbagai tantangan di pasar obligasi, WOM Finance berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan aset dan efisiensi biaya pendanaan. Strategi selektif dalam penerbitan surat utang menjadi kunci utama perusahaan dalam menavigasi kondisi ekonomi sepanjang tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi