Wisatawan global mulai mengalihkan rencana liburan musim panas mereka dari Timur Tengah menuju kawasan Mediterania selatan seperti Spanyol dan Portugal demi mencari destinasi yang lebih aman pada Jumat (17/4/2026).
Data dari platform pemasaran Sojern menunjukkan lonjakan pemesanan penerbangan ke Spanyol sebesar 32 persen secara tahunan hingga 2 April lalu, sementara pencarian hotel di negara tersebut meningkat 28 persen.
Dilansir dari Detik Travel, Portugal juga mengalami tren serupa dengan kenaikan pesanan penerbangan mencapai 21 persen dan hotel sebesar 16 persen, di saat minat ke Timur Tengah terus menurun selama satu bulan terakhir.
Wakil Presiden Exceltur, Oscar Perelli menyampaikan pengamatan lembaganya mengenai perubahan pola perilaku pelancong internasional dalam merencanakan perjalanan mereka di tengah ketegangan geopolitik saat ini.
"Liburan musim panas direncanakan jauh-jauh hari. Ketika destinasi populer terdampak konflik, efek 'safe haven' sudah mulai terlihat dalam pemesanan ke Spanyol," kata Oscar Perelli, Wakil Presiden Exceltur.
Lonjakan ini membuat Exceltur menaikkan proyeksi pertumbuhan sektor pariwisata Spanyol sebesar 2,5 persen menjadi 227 miliar euro tahun ini, dengan tambahan potensi pendapatan mencapai 4,2 miliar euro dari pengalihan arus wisata.
General Manager Sojern untuk destinasi global, Sylvia Weiler memberikan analisis tambahan mengenai pola adaptasi yang dilakukan oleh para penyusun rencana perjalanan internasional.
"Wisatawan beradaptasi, bukan mundur," jelas Sylvia Weiler, General Manager Sojern untuk destinasi global.
Asosiasi hotel CEHAT turut memprediksi tingkat okupansi kamar akan meningkat hingga 3 persen pada musim panas mendatang, terutama di wilayah yang jauh dari zona konflik seperti Kepulauan Canary.
Meski mencatat tren positif, Presiden CEHAT Jorge Marichal memperingatkan adanya risiko dari kenaikan harga bahan bakar dan gangguan rute di Timur Tengah yang tetap membayangi pertumbuhan industri.
"Semuanya akan bergantung pada apa yang terjadi di Selat Hormuz, karena seluruh proyeksi bisa berubah," ujar Jorge Marichal, Presiden CEHAT.
Tahun lalu Spanyol telah mencetak rekor dengan menerima 97 juta wisatawan, dan angka tersebut diperkirakan akan terlampaui seiring perpindahan minat dari wilayah Mediterania timur yang terdampak konflik Iran.