Lonjakan kunjungan pelancong memadati berbagai destinasi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus. Dikutip dari Detik Travel, pergerakan para pelancong kini tidak lagi berpusat di area pesisir saja, melainkan tersebar ke kawasan hutan, perkotaan, hingga taman rekreasi keluarga sejak Kamis (14/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026).
Data sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi menunjukkan angka kunjungan mencapai 52.478 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52.399 orang merupakan wisatawan nusantara, sedangkan 856 orang lainnya adalah wisatawan mancanegara.
Destinasi hutan De Djawatan di Kecamatan Cluring menjadi lokasi yang paling banyak diburu dengan catatan 7.266 pengunjung. Tempat wisata alam dengan pohon trembesi raksasa ini berhasil mengungguli beberapa wisata pantai populer lainnya.
Pada posisi berikutnya, Pantai Pulau Merah membukukan kunjungan sebanyak 5.636 orang. Sementara itu, destinasi Pantai Boom Marina mencatatkan angka 4.956 pelancong, diikuti oleh wisata buatan Banyuwangi Park yang menarik perhatian 4.050 pengunjung.
Penyebaran jumlah pelancong yang merata ke berbagai titik dinilai memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah. Manfaat perputaran ekonomi ini tidak hanya dirasakan pelaku usaha di pesisir pantai, tetapi juga menjangkau penyedia jasa di area hutan, pusat kota, hingga tempat rekreasi keluarga.
Plt Kepala Disbudpar Banyuwangi Hartono menjelaskan bahwa tingginya pergerakan masyarakat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga mutu pelayanan.
"Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Banyuwangi berdedikasi untuk senantiasa menaikkan mutu serta regulasi pariwisata sehingga tiap-tiap pelancong memperoleh impresi yang terlindungi, tenteram, dan tak terlupakan selama berkunjung," ujar Hartono, Minggu (17/5/2026).
Peningkatan angka kunjungan ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah secara menyeluruh. Pemerintah daerah meyakini sinergi kuat antar-sektor dapat mempertahankan tren positif ini sepanjang tahun sekaligus memperkuat posisi wilayah sebagai penopang pariwisata nasional.